10 Tips Bagi Pasangan LDR

10 tips bagi pasangan yang menjalani LDR (Long Distance Relationship)

Berhubung hari ini merupakan hari istimewa bagi saya, maka saya ingin membagikan tips yang masih seputar rumahtangga.

Memangnya, hari istimewa apa? Kenapa yang dibagikan tips seputar rumahtangga? Kenapa nggak berupa tips pernikahan? Kan, sama saja.

Tentu saja, berbeda. Pernikahan hanya sekali seumur hidup (harapannya seperti itu). Namun berumahtangga adalah untuk sepanjang hidup.

Kebanyakan orang memusingkan untuk persiapan satu hari, yaitu pernikahan. Tapi lupa dengan persiapan yang selanjutnya. Yaitu untuk berumahtangga. Padahal berumahtangga itulah yang akan pengantin jalani sepanjang hidupnya.

Berhubung saya dan suami menjalani hubungan jarak jauh (sudah dari sekitar tahun 2012 lalu) maka kali ini saya akan bagikan tips satu ini, langsung aja simak ya, lagi-lagi based on my true story.

  • Titipkan dia pada Illahi. Sebaik-baik penjaga adalah Yang Maha Kuasa. Hindari berprasangka buruk dan percayalah padanya. Bahkan yang hidup serumah saja tidak bisa berada 24 jam seumur hidup bersama pasangan masing-masing, kan? Maka yang bisa kita lakukan adalah selipkan doa untuknya setiap kali beribadah.
  • Menjaga kepercayaan kedua belah pihak adalah hal vital dalam hidup berumahtangga. Selain kita yang harus senantiasa berpikiran positif terhadap pasangan. Begitu pula mulai dari diri kita, menjaga kepercayaannya pada kita. Ingatlah selalu, kau hanya menuai apa yang telah kau tanam.
  • Jaga komunikasi. Keep in touch. Di masa kini, jarak sudah tak menjadi masalah. Menjamurnya gadget memudahkan kita. Sosial media banyak yang bisa dimanfaatkan. Ada juga fasilitas video call. Selalu beri kabar tentang apa saja, tentang pekerjaan kita, tentang anak-anak. Libatkan pasangan, karena dia sudah bagian dari hidup kita. Bayangkan di masa lalu, masa belum ada gadget, komunikasi hanya lewat surat-menyurat. Aku pernah mengalami juga tuh! (ini curcol namanya, hehe)
  • Harus tetap ada pertemuan berkala sesuai kemampuan. Aku masih termasuk beruntung karena hanya berbeda kabupaten. Suami rutin pulang setidaknya seminggu sekali. Saudaraku ada yang berbeda pulau dengan pasangannya. Jadi setidaknya dua kali dalam sebulann baru bisa bertemu. Apapun itu, tetap wajib rencanakan pertemuan rutin dengan pasangan. Kalau bisa, jangan sampai lebih dari tiga bulan tidak bertemu. Terutama kalau anak-anak masih kecil, masih butuh perhatian lebih dari kedua orangtua.
  • Menjadi sahabat, orang pertama yang tahu ketika pasangan mempunyai masalah. Ketika sudah hidup berumahtangga, cinta saja tidak cukup. Romantika bisa saja makin lama buyar. Namun saat kita mampu memposisikan diri sebagai sahabat, tak hanya sebagai istri maupun suami. Hubungan akan jauh lebih abadi. Berusaha untuk tingkatkan empati. Kalau boleh jujur, tidak ada yang suka hidup terpisah, kan? Begitu pula dengan pasangan kita.
  • Fokus pada pekerjaan dan kewajiban kita. Sekalipun saat belum mempunyai anak-anak, saya berusaha untuk fokus pada aktivitas. Menyibukkan diri saat merasa sepi. Dengan begitu rasa rindu tidak akan terlalu menyiksa diri. Dan pasangan kita pun akan lebih menyukai saat istri/suaminya menjadi lebih produktif.
  • Ambil sisi baiknya saat hidup berjauhan, yaitu menjadikan kita lebih mandiri. Pengalaman pribadi juga ini. Sebagai orang yang tidak bisa bawa kendaraan, bergantung antar jemput suami saat hendak bepergian. Terasa sekali adaptasinya, begitu suami dipindahkan lokasi kerja. Jadi terpikir, suatu saat harus bisa bawa kendaraan sendiri. Apalagi sekarang bertambah kegiatan, antar jemput anak sekolah juga. Contoh lainnya, hal-hal kecil seperti mengisi pulsa listrik, beli beras, memperbaiki kran, dll, kalau bisa dilakukan sendiri, kenapa harus tunggu suami?
  • Ingatlah, adakalanya pekerjaan mengalah. Misalnya ketika anak sakit, mengharuskan opname. Atau waktu saya melahirkan kedua anak saya. Tentunya suami mengurus cuti untuk menemaniku. Jadi, walau terpisak jarak, jangan menghalangi diri melakukan peran utama untuk keluarga kita.
  • Berbagi cerita dengan sesama pasangan yang LDR. Ada banyak sebenarnya yang senasib sepenanggungan. Carilah teman sesama yang menjalani hubungan jarak jauh ini. Kita bisa berbagi pengalaman masing-masing. Dan bersyukur, kita tak pernah sendiri.
  • Jangan menikmati kesendirian kita. Yup. Meski keadaan hidup berjauhan tidak dapat dihindari, kita harus senantiasa tetap menjaga kerinduan kita. Jangan sampai perasaan itu akhirnya padam karena telah terbiasa tanpa dirinya. Jika sampai kita lebih nyaman tanpa pasangan, coba diingat-ingat lagi alasan kita mau menikah dengannya. Diingat-ingat lagi kenangan indah bersamanya, tumbuhkan lagi api asmara itu. Bukankah dalam menikah jangan hanya tahu rasanya jatuh cinta, tapi juga paham bagaimana membangun cinta.

Itu dia, 10 Tips cara saya menjalani LDR bersama pasangan. Tips ini sebelumnya hendak saya masukkan ke dalam event Nubar bertema Soulmate, berjudul I Finally Found Someone batch 2, yang sebelumnya saya bahas di sini.

Namun, berhubung sudah ada yang memberikan tema yang sama, maka tidak jadi saya masukkan. Mungkin next, kalau saya mau buat buku solo kali ya. Hihihi.

O iya, pertanyaan tadi belum terjawab ya? Hari ini, tanggal 19 Desember kenapa saya katakan istimewa bagi saya?

Langsung tengok video ini aja deh 😍😍

rumahmediagrup/emmyherlina

11 comments

  1. Saya dengan pasangan saya cuman berjarak 5 jam, namun skrg dia sering ke kota memang butuh kesabaran dan kesetiaan tinggin untuk menghadapi namanya LDR.

Comments are closed.