Cita-Cita, Bakat dan Karakter

Oleh : Hamni Azmi

Satu pekan yang lalu, kami sekeluarga kedatangan tamu dari Rantau Tapin, seorang ahli parenting sekaligus penemu sebuah konsep tes sidik jari/ Jari Smart untuk mengetahui kecendrungan bakat dan minat anak. Ustad Masyhuri beserta stri beliau yang ternyata adalah sejawat saya.

Dilakukanlah tes Jari smart ini pada si bungsu sebagai klien pertama. Ternyata saya dan suami juga diminta untuk melakukan tes tersebut sebagai bahan acuan yang mendasari bakat dan karakter anak.

Setelah disampaikan hasil analisa beliau bahwa karakter seorang anak sangat dipengaruhi oleh karakter dari kedua orang tuanya dan pola asuh yang diberikan kepada si anak.

Karakter bawaan memang akan mengalir dalam diri si anak, dengan segala kelebihan dan kekurangannya. Namun dengan pola asuh yang tepat, akan mencipta seorang anak yang hebat.

Sejak kecil saya bercita-cita menjadi seorang dokter, ntah dari mana awalnya saya punya keinginan tersebut. Yang saya ingat sejak saya sekolah setiap kali ditanya cita-citanya apa, selalu jawaban saya ingin menjadi dokter.

Babah dan Mama, memang selalu menyebutkan bahwa saya nanti akan menjadi dokter. Padahal dari keluarga kami 7 turunan ke atas belum ada yang menjadi dokter. Tapi mereka terus mengarahkan saya untuk menjadi dokter. Saya yakin doa mereka yang luar biasa juga usaha yang luar biasa sampai akhirnya Allah kabulkan doa Mama dan Babah.

Dari hasil tes sidik jari, keahlian dominan saya adalah interpersonal dan verbal linguistik. Keahlian berkomunikasi dan bersosialisasi. Dengan kemungkinan pilihan profesinya. Dan di sana tidak ada kata “dokter”

Apakah saya salah jurusan ?
Tentu tidak Esmeralda.

Saya sudah memilih jurusan yang tepat, sesuai yang Allah tetapkan dan kedua orangtua saya impikan. Dan saya sangat mensyukuri ketetapan ini. Allah memberikan yang saya butuhkan sekaligus yang saya inginkan sejak kecil dulu.

Dengan menjadi diri saya sekarang tentu sangat didukung dan mendukung bakat saya di bidang interpersonal dan verbal linguistik.

Tidak ada salah jurusan, tidak ada salah profesi. Apapun profesi kita saat ini. Tugas kita adalah bersyukur dan terus menambah kualitas diri. Kualitas ilmu dan kualitas ibadah.

Selanjutnya memberikan pola asuh yang tepat kepada anak-anak kita agar mereka tumbuh dan menjadi orang-orang hebat yang sesuai dengan bakat juga karakter mereka.

Selamat berjihad menjadi orang tua hebat.

Wallahu a’lam bissawab

Barakallahu fiikum

22.02.2020

Rumah Media Grup / Hamni Azmi

One comment

Comments are closed.