Tips Jitu PJ Rumedia: Dewi Adikara dalam menulis

Tips Jitu PJ Rumedia: Dewi Adikara dalam menulis

Sahabat mau angkat tangan nyerah duluan sebelum kita belum mencoba sesuatu?

Kebanyakan penulis pemula memiliki alasan yang sama kok.

“Tidak bisa menulis.”

“Tidak bisa membuat untaian kata.”

“Tidak punya ide.”

“Enggak punya waktu.”

“Tidak ada media untuk menulis, seperti laptop, atau gawai.”

Ok … Noted!

Banyak faktor sehingga membuat aktivitas menulis tertunda dan pada akhirnya karya yang diinginkan menjadi terulur dan sekadar mimpi.

Tidak semua penulis adalah orang yang hanya bersantai di depan laptop.

Tidak pula ia  selalu memegang kertas dan pensil dalam kesehariannya.

stalking

Photo by Startup Stock Photos on pixabay.com

Bisa jadi mereka adalah para pekerja yang menyempatkan diri untuk berkarya.

Ada kunci bagaimana penulis bisa menyediakan waktunya untuk menulis, di sela-sela kesibukannya pada dunia.

Yuk, simak tips dari Dewi. Yang penting terus belajar ya 😀

Catat Poin

Di saat mememiliki ide tulisan segera catat, entah itu di notebook, gawai atau laptop. Bisa juga dengan voice recorder.

poin

Photo by Startup Stock Photos on pixabay.com

Buat waktu khusus, BUKAN cari waktu luang

Kita bukan mencari waktu luang dalam menulis. Jangan menyepelekan aktivitas ini. Maka buatlah “waktu khusus” yang bisa membuat brainstorming.

Dewi lakukan brainstorming di tengah malam atau saat subuh. Kalian tentukanlah waktu itu. Lakukan self talk, misalnya, “Saya mau menulis hari Rabu malam dan Jumat malam.

Sediakan waktu khusus, minimal dua malam untuk menulis cerita pendek.

pegang hp

Photo by Startup Stock Photos on pixabay.com

Tidak memegang HP, karena bisa-bisa kita buka WA, Instagram, Facebook, twitter, eh enggak jadi nulis deh.

Bebaskan dalam tema

Stuck Ide. Di saat sahabat telah memiliki waktu untuk menulis, seringnya malah diam seribu bahasa tanpa menulis.

Keluarkan saja unek – unek yang sahabat pikirkan.

Angkat tema yang ingin sahabat uraikan dalam poin-poin. Tidak perlu memikirkan peraturan menulis.

Kembangkan saja secara bebas. Biarkan otak kanan bekerja. Otak kanan berkreasi, mengeluarkan semua cerita yang mengalir.

Seringkali tulisan bisa berubah haluan cerita saat otak kanan bekerja. Biarkan saja jangan di batasi. Nanti idenya bisa terhenti.

Endapkan

Karya yang sudah di tulis tutup. Biarkan satu malam. Setelah itu coba baca lagi, di sini self editing pada cerita bisa bekerja.

Teman – teman bisa mengendapkan dan mengedit naskah beberapa kali dalam waktu yang berbeda.

Selesaikan naskah

Saat sudah diendapkan, kita membuka naskah dan mengedit lagi.

Mengapa?

Kita menjadi editor bagi diri kita dari segi ide cerita.

Yang perlu menjadi catatan penting dari suatu cerita adalah adanya:

Setting, Tokoh, Peristiwa, dan Konflik.

Coba koreksi empat poin diatas sudah ada atau belum.

Lalu jangan lupa kasih ending ya.

Bantai

Busyeeet … naskahku membludak sampai 10 halaman!

Padahal niatnya cuma membuat buku antologi, sekitar 5 halaman!

Nah saat ini, mulailah melakukan pembantaian.

Ini yang Dewi kerjakan di sembilan project antologi sebelumnya. Dari pengalaman tersebut saya membantai sebagai berikut:

  • Karakter tokoh yang kurang kuat, pakai teknik “show don’t tell.”
  • Setting terlalu bertele-tele, jadi jika satu lembar cuma berisi setting, silahkan dibantai habis ya. Idealnya setting tak lebih dari satu atau dua paragraf.
  • Teknik penulisan dan tata tulis untuk bagian ini silahkan cek langsung bisa online bisa juga download aplikasi: kbbi, puebi, dsb.

Cari Pihak ketiga

Hush … jangan berpikir pihak ketiga dalam suatu hubungan ya. Bahaya nih, hehehehe.

Orang pertama tadi, kita sebagai penulis yang bebas ide. Orang kedua adalah kita yang mengedit naskah kita sendiri.

Orang ketiga, maksudnya adalah orang selain diri kita untuk membaca tulisanmu.

Kita perlu menyiapkan mental, karena ada reaksi tertentu yang kadang tidak terpresdiksi loh.

Misalnya ditertawakan, diremehkan, dikritik habis – habisan. Kita kuatkan tekad, bahwa tujuan pihak ketiga ini memang untuk membuat karya kita makin kaya dan pantas untuk dibaca secara umum.

Tak perlu ciut kehilangan kepercayaan diri saat menerima kritikan. Saat kita mendapat kritik, saat itu pula kita berkesempatan mendapatkan peningkatan kualitas menulis untuk pembaca.

Selesai

Setelah poin-poin di atas sudah dilakukan, sahabat berarti telah menyelesaikan tulisan dengan baik loh:)

Silahkan setorkan naskah pada editor, jangan lupa berdoa.

Saat kita berharap orang membaca tulisan kita, maka kita perlu memberikan tulisan terbaik kita.

Ada beberapa penghambat sepele namun seringkali dilakukan.

Coba tebak, apa hayo?

Typo

Jangan sampai naskah kita kaya akan typo. kalau kaya akan ide cerita mah bagus, hehehe.

Menyingkat kalimat

Menyingkat kalimat, cukup bisa menganggu pembaca loh, misalnya nih: spt, aq, tp, drmn, dll, dsb, bgmn. Uraikan saja kalimat tersebut.

Budayakan menulis tanpa menyingkat, hilangkan kebiasaan malas.

Tidak konsisten

Saat tokoh naskah dikatakan “aku” lalu di tengah jadi “saya.”

Kejadian ini juga masih sering terjadi oleh penulis aktif loh. Saya pun khilaf, pernah mengalaminya juga.

Kebanyakan Elipsis

Apa itu Elipsis?

Itu loh, kalimat yang pakai titik tiga (…). Ekspresi kita saat menulis, seringkali dibuat elipsis, dan ternyata terlalu banyak pun enggak baik. Coba elipsis diganti titik (.) atau koma (,).

Sesuaikan saja dengan kalimat yang kalian buat.

Menulis itu mudah, jika sahabat sudah memiliki niat untuk memulainya.

Menulis juga bisa sebagai media untuk terapi diri sendiri dan juga bisa membawa manfaat bagi orang lain.

Alhamdulillah Dewi memegang beberapa kelas untuk membuat buku antologi Rumedia, kontak Dewi di WA 087876144345 ya!

Semoga tips di atas bermanfaat ya sahabat😊

(Tulisan ini pun sudah minta krisan dari tim web rumedia, kita harus berani dong mendapat krisan agar bisa menjadi lebih baik)

Salam hangat,

rumahmediagrup/dewiadikara

6 comments

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.