Titik Jenuh

Titik Jenuh

Pernahkah kita merasakan di titik yang paling jenuh, di mana semua merasakan tak ada artinya. Teman, sahabat, saudara dan bahkan keluarga semua tak membahagiakan.
.
.
Apapun yang dilakukan tiada guna. Ntah apa sebabnya, namun dirasakan begitu sempit dan hampa. Rasa dada terhimpit batu besar sehingga begitu menyesakkan, alangkah sempit hidup ini.
Ingin rasanya menghilang ataupun terbang. Menghindari dan pergi untuk tak bersua dengan siapapun. Berpaling dan tak menyatu dengan apapun.
Di situlah ternyata Alloh menyapa mesra, dengan hati dan perasaan yang hampa tadi. Alloh kangen kepada kita, Alloh rindu kepada kita. Sang Khalik yang merajai malam dan siang.

Alloh yang menguasai alam semesta. Jikapun kita ingin menjauh dariNya. Ke mana kita akan pergi? Ke mana kita akan bersembunyi? Hingga lubang semutpun pasti Alloh mengetahuinya.
Allohhu Rabbi, tiada yang patut dilakukan hingga jiwa dan hati ini tenang hanya;

  1. Sabar dan sholat sebagai penolong.
  2. Berwudhulah
  3. Sholatlah walau hanya 2 rakaat.
  4. ‌Pejamkan mata rasakan kehadiranNya. Tunaikan hingga salam yang kedua.
  5. Bermunajatlah kepada Alloh, ketuk pintu langit, tiada yang mampu menghijab antara Rabb dan hambaNya.
  6. ‌Bercengkramalah dengan kalam-kalam ilahi rasakan kedamaian dalam jiwa dan hati.
    masuklah dalam rongga kesucian jiwa dan ketenangan kalbu. Allohu Rabbi bimbinglah kami.

rumahmediagrup/suratmisupriyadi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.