9 Resep Untuk Bahagia

9 Resep Untuk Bahagia

“Terima kasih, Ayah. Sudah mengajak jalan-jalan, nonton film terbaru di bioskop, dan makan di restoran. Bahagia punya suami sepertimu, muach!” Diikuti emoticon love dan bibir monyong mengekspresikan kecupan.

Hih, lebay! Desis Desi dalam hati dengan perasaan jengkel setelah membaca postingan salah seorang teman dekatnya di facebook. Entah mengapa hatinya mendadak panas dan cemburu melihat postingan tersebut. Dengan mata nanar, ia menatap kondisi di sekelilingnya.Cucian baju kotor dan piring yang menumpuk, mainan anak-anak yang berserakan, lantai yang lengket bekas tumpahan makanan anak-anak, dan masih banyak lagi yang lainnya. Persis seperti kapal yang baru saja diterjang angin topan dan badai.

Boro-boro bisa jalan-jalan seperti teman-teman yang lain, sebab penghasilan suaminya hanya pas-pasan untuk biaya hidup sehari-hari. Uang belanja diirit-irit biar cukup hingga akhir bulan. Huft, sengsara betul hidupnya. Desi mulai mengeluh dan meruntuki nasibnya yang dirasa tidak beruntung. Kapan aku bisa bahagia? Hanya lelah dan lelah saja setiap harinya. Begitu pertanyaan dan pernyataan yang selalu bergema di dalam benaknya.

Pernah mengalami perasaan seperti itu, ladies? Merasa diri tak berharga dan bahagia?

Sebenarnya kalau kita mau mengubah sudut pandang dalam memaknai arti bahagia, bahagia itu mudah. Nggak percaya? Nih, ada beberapa cara yang mudah untuk bisa bahagia. Baca dulu, ya?

  1. Berpikir positif. Kalau teman kita selalu terlihat bahagia dengan menunjukkan postingan-postingan ala-ala sosialita, jangan mudah iri. Ucapkan saja alhamdulillah. Bersyukur teman-teman kita bahagia. Daripada mendengar cerita teman yang susah melulu. Semoga saja aura kebahagiaannya menular pada kita. Aamiin.
  2. Andalkan diri sendiri berbuat baik. Mulailah dengan senang hati saat mengerjakan pekerjaan rumah, mengasuh anak-anak, melayani suami, dan lain-lain. Niatkan karena ibadah. Insya Allah berpahala. Tahan diri untuk mengomel atau marah-marah. Ajak anak-anak membantu kita sesuai dengan kemampuannya.
  3. Jangan banyak menuntut. Tidak semua suami berpenghasilan tinggi. Bila gajinya hanya cukup untuk biaya sehari-hari, maka syukuri hal itu. Masih banyak orang di luar sana yang jangankan untuk uang belanja, mencari pekerjaan saja susah.
  4. Banyak bersyukur.Berapapun yang diberikan suami untuk belanja sehari-hari, sambutlah dengan penuh rasa syukur. Insya Allah bila kita pandai bersyukur maka Allah SWT akan menambah nikmat-Nya. Jatah rezeki setiap orang takkan tertukar. Siapa tahu besok kita yang gantian posting tentang jalan-jalan keliling dunia dan menginap di hotel mewah. Tak ada yang mustahil bagi-Nya. Betul tidak?
  5. Senang berbagi dengan orang lain. Pernah mendengar kisah sahabat Rasulullah SAW yang bernama Thalhah bin Ubaidillah radhiyallahu anhu? Thalhah terkenal sangat dermawan. Kekayaannya banyak, namun selalu dibagi-bagikan kepada orang miskin hingga habis. Ia bahagia bila melihat orang lain tak kelaparan. Allah SWT kemudian mengembalikan hartanya kembali berlipat-lipat. Masya Allah.
  6. Jangan mudah terpedaya dunia, hiduplah sederhana. Apakah semua orang yang bergelimang harta, sukses, atau pun terkenal itu sudah pasti hidupnya bahagia? Belum tentu. Kita kan tidak melihat mereka 24 jam. Hidup bahagia itu tak selalu tentang pamer jalan-jalan, belanja, maupun makan-makan di restoran.
  7. Banyak membantu orang lain. Membantu tak selalu harus berupa materi. Ada teman ingin curhat, kita dengarkan dan bantu mencarikan solusi, dan berbagai bantuan non materi lainnya. Akan terasa membahagiakan apabila dapat kembali menemukan senyum teman-teman kita di wajah mereka, bukan?
  8. Punya visi misi positif tentang hidup. Tetapkan tujuan hidup, mimpi dan cita-cita untuk hal-hal yang baik. Fokuslah dalam perjuangan untuk menggapainya. Jangan sibuk dengan perasaan iri maupun cemburu pada orang lain. Nikmati setiap perjalanan hidup, baik suka maupun duka dengan hati dan jiwa yang lapang.
  9. Dekat dengan Sang Khalik. Jangan lupa untuk selalu dekat dengan-Nya. Ceritakan semua keluh kesah pada-Nya sampai tuntas. Rajin beribadah, baik dalam keadaan susah maupun senang. Titipkan semua kegelisahan, ketakutan, kekhawatiran kita lewat sujud dan doa pada-Nya. Insya Allah hati akan merasa tenteram. Dan bahagia pastinya.

Bagaimana? Mudah bukan?

Bahagia itu diciptakan, bukan ditemukan

Mari mulai katakan pada diri sendiri, “Aku bahagia dengan hidup ini, selama Allah SWT selalu bersamaku.”

rumahmediagrup/ rheailhamnurjanah