Datang Tak Diundang Pulang tak Diantar

Datang Tak Diundang Pulang Tak Diantar

Mendengar kata-kata itu telintas dalam bayanganku, bahwa yang dibicarakan ini adalah jelangkung. Jelangkung merupakan boneka (orang-orangan, yang dilengkapi alat tulis di tangan, digunakan untuk memanggil arwah, dan jika arwah itu telah masuk ke dalam boneka tersebut diadakan tanya jawab, jawaban sang arwah diberikan melalui tulisan tangan boneka itu). Mendengar kata jelangkung pastilah teringat dengan hal-hal yang mistis atau horor.

Namun jelangkung ini bukan boneka, tidak ada hubungan sama sekali dengan mistis atau horor. Jelangkung ini rasa, rasa yang datang tanpa diundang dan pergi atau pulang tanpa diantar. Rasa ini hadir secara tiba-tiba. Rasa yang membuat makan tidak enak, tidur tidak nyenyak. Rasa ini biasa dialami anak remaja, dewasa, bahkan manula.

Rasa ketika mengingatnya merasakan bahagia, rasa ketika membayangkannya menjadikan ia tertawa sendiri. Apakah rasa yang dialaminya?

CINTA

Allah memberikan rasa cinta itu kepada siapa saja, dan di mana saja. Kapan rasa itu hadir orang tidak ada yang tahu. Allah yang mempunyai hak untuk memberikan nya. Kapan hadir atau pergi.

Ternyata rasa ini hadir kepada siswiku yang mulai beranjak remaja. Dia belum pernah merasakan rasa apa yang hadir ini. Karena dari dia masuk sekolah tingkat atas. Dia baru merasakannya, dia tidak tahu artinya apa. Yang pasti ketika dia melihat seseorang itu, dia merasa sumringah dan bahagia. Dia merasa belum bahagia, apabila sehari belum melihatnya.

Terungkaplah apa yang dia rasa, ketika itu dia akan sholat secara kebetulan berpapasan denganku. Kaget aku melihat dia senyum-senyum sendiri. Spontan aku bertanya.

“Hik, kenapa kamu senyum sendiri?”

“Tidak ada apa-apa Dzah, aku hanya merasa kebahagiaanku ada di sana.” Hikmah menunjuk ke bawah sambil senyum

“Hah, kamu!” Aku berdesis kaget apa yang dia bicarakan.

“Eh, enggak Dzah aku bercanda.” jawab dia dengan gugup.

Aku kaget karena selama ini, Hikmah termasuk anak yang tomboy dan tidak pernah membahas Masalah perasaan. Ternyata dia baru menyadari ada yang aneh dia rasakan. Namun ketika bunga-bunga itu baru akan bermekaran. Ternyata kabar burung yang dia terima. Lelaki yang diidamkan oleh Hikmah ternyata menambatkan rasa yang lain kepada kawan akrabnya.

Hancur hatinya, ternyata….

Cintanya bertepuk sebelah tangan.

Cintanya layu sebelum berkembang

Cintanya datang tanpa diundang dan pulang tanpa diantar. Begitulah Allah memberikan rasa cinta kepada siapa saja, di mana saja dan kapan saja, tiada ada yang tahu.

Wallahu a’lam bish-showab

rumahmediagrup/suratmisupriyadi

2 comments

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.