Konstruksi Metodologi Penelitian Kualitatif

sumber gambar: http://www.google.com

Konstruksi Metodologi Penelitian Kualitatif

Mendiskusikan metodologi penelitian adalah hal yang sangat menarik, karena banyak sekali perdebatan atas argumentasi pilihan atas metodologi yang digunakan. Hal yang perlu disadari bahwa kebenaran ilmiah akan terungkap jika pencarian tujuan penelitian dinilai tepat dengan penggunaan pendekatan tertentu. Best fit for the best method.

Dalam ilmu sosial terdapat dimensi yang berkaitan dengan potensi legitimasi dan bersinggungan dengan kemasyarakatan, maka dapat dimaknai bahwa ilmu sosial selalu membicarakan tentang hal-hal kritis yang berada pada lingkaran instrumental sosial (dominasi persoalan sosial/masyarakat). Dengan demikian, setidaknya dalam persoalan sosial yang terjadi pada masyarakat dapat dimaknai tidak ada kebenaran tunggal.

Sementara itu, kebenaran dapat diuji dengan pendekatan penelitian sosial yaitu melalui metodologi kuantitatif dan kualitatif. Pendekatan metodologi kuantitatif bercirikan universal, obyektif, dan prediktif. Sedangkan pendekatan kualitatif bercirikan partikular, subyektif, dan nonprediktif. Lalu bagaimana diantara keduanya dapat dipilih sebagai pendekatan penelitian? Kembali lagi pada tujuan penelitian, apakah mengetahui prediksi dan mengetahui kebenaran atas hipotesis yang telah disusun? Jika iya, maka dipilihlah pendekatan metodologi kuantitatif. Namun jika tujuan penelitian ingin mengungkap fenomena, bagaimana memaknai apa-apa dibalik kesadaran ilmiah? Maka pendekatan yang sesuai adalah pendekatan kualitatif. Mengapa demikian?

Penjelasan atas metodologi kualitatif bersandar pada pemaknaan atas apa yang terjadi dalam masyarakat. Fokus pada subyektivitas, jika dikaitkan dengan peneliti, sedangkan fokus pada partikulitas jika dihubungkan dengan obyek penelitian. Heterogenitas karakteristik sosial masyarakat akan tertangkap utuh, artinya semua detik part bagian puzzle akan sangat spesifik pada kondisi sosial tertentu. Namun tidak berlaku pada kondisi sosial di tempat lain. Ini yang dinamakan bahwa hasil penelitian kualitatif tidak dapat digeneralisasikan. Sehingga dapat dikatakan bahwa penelitian kualitatif tidak bersemangat untuk memprediksi tindakan jangka panjang, namun mencari penjelasan atas apa yang terjadi saat sekarang ini, masa lalu dan pada kejadian yang rapidly (cepat tertangkap sebagai fenomena). Lalu penelitian kualitatif fokus pada keyakinan sosial yang bersifat tunggal dan dengan rendah hati selalu menyebutkan keterbatasanya (waktu dan persoalan pada situs tertentu).

Sementara itu, penelitian kuantitatif selalu berhubungan dengan hal-hal yang bersifat representatif (pilihan dan jumlah sampel atas populasi tertentu). Sedangkan, penelitian kualitatif tidak mengenal jumlah dan menyuarakan representasi. Karena kualitatif tidak berorientasi pada daya prediksi, hanya fokus pada penggambaran dalam sebuah proses dan ujungnya adalah penjelasan makna. Selanjutnya, makna persoalan sosial dari satu daerah, wilayah, komunitas atau lokasi situs tertentu. Satu individu saja mampu merepresentasikan dirinya, tanpa harus memiliki representasi orang lain atau wakil individu lainnya.

Bagaimana dengan validitas jika hanya dari seorang individu saja? Pada dasarnya validitas dan kredibilitas juga berlaku pada kualitatif. Proses analisisnya juga menggunakan kertas kerja dan memungkinkan subjektivitasnya akan berubah menjadi sebuah obyektivikasi. Misalnya pada kualitatif paradigma etnografi, terdapat 12 tingkat analisis yaitu menyeleksi situasi sosial, melakukan observasi partisipatif, membuat catatan etnografi, analisis deskriptif, menciptakan domain, observasi terfokus, analisis taksonomi, analisis komponensial, analisis tema, pendalaman budaya, dan menulis etnografi. inshaAllah di tulisan berikutnya akan saya diskusikan paradigma ini secara detail.

Dengan banyak tingkatan analisis dalam beberapa pendekatan kualitatif, subyektivitas muncul dalam eksplorasi, deskripsi, dan pemaknaan peneliti pada sebuah ruang. Tetapi juga bersifat obyektivitas yang dapat dibuktikan oleh materi data. Intervensi peneliti seharusnya tidak dimunculkan terhadap ungkapan yang disampaikan informan. Di sisi yang lain, pengujian kuantitatif bersifat universal dan obyektif dan berujung pada peramalan/prediksi ke depan.

Penelitian kualittaif berfokus pada penyajian karakter dari sebuah persoalan sosial, menemukan hal-hal dibalik fenomena. Dan hal ini tidak mampu ditemukan oleh penelitian kuantitatif. Watak dari kuantitatif yang bisa meramalkan ke depan, tidak dimiliki kualitatif. Namun, pragmatis nilai guna sebuah penelitian tidak terletak pada besarnya peluang untuk memprediksi, melainkan kesanggupannya untuk memberikan analisis yang mendalam sehingga menemukan hal-hal baru.

Data-data sosial sangat susah untuk stabil, seringkali muncul sebagai respon perilaku atas sebuah fenomena tertentu. Dengan instabilitas ini maka generalisasi tidak mungkin terjadi dan dilakukan prediksipun sangat sulit. Penelitian kualitatif sangat teguh dalam menyusun premis-premis yang bukan ramalan, namun sebuah penjelasan dan mengungkap alasan.

Dengan berbagai konstruksi berpikir kualitatif, maka sejauh menyangkut soal manusia, interaksinya pada lingkungan kemasyarakatan, dapat disimpulkan bahwa data yang diperoleh adalah fakta sosial. Selanjutnya dilakukan pemahama atas fakta tersebut. Penelitian kualitatif membantu mencarikan pendalaman atas pemahaman tersebut, melakukan memaknai kembali atas pemahaman tersebut. Sementara, penelitian kuantitatif menjawab persoalan pragmatis dan teknis. Pilihlah metodologi sebagai pendekatan yang sesuai antara fenomena yang ada dengan kemiripan alur analisis yang dipilih, tujuannya apa? Maka diselesaikan dengan cara apa? Beginilah cara pikir ilmiah bekerja. Selamat meneliti!

rumahmediagrup/Anita kristina

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.