Balada Ibu Kost

Lokasi rumah ibu Imah cukup strategis. Letaknya dekat dengan sebuah kampus swasta. Tak mau menyia-nyiakan tanah kosong di belakang rumahnya, dibangunlah rumah baru dengan beberapa kamar untuk dijadikan tempat kost.

Pagi ini ibu Imah tampak sedang membersihkan salah satu kamar kost. Menyapu, mengepel dan mengelap kaca jendela. Penghuni sebelumnya telah lulus dan diwisuda, sehingga kamar tersebut kosong. Berharap segera terisi dengan penghuni yang baru, begitu pikir Bu Imah.

Beberapa hari kemudian datang seorang pemuda, ganteng, tinggi dan ramah. Ryan demikian dia memperkenalkan dirinya. Ibu Imah mengantarkannya ke kamar yang akan di huni oleh Ryan.

Tak seperti penghuni kost sebelumnya, Ryan begitu supel. Bahkan tak jarang, sepulang dari kampus ia akan membawakan ibu kost-nya makanan. Sehingga Bu Imah menganggapnya seperti anak sendiri.

Bu Imah tinggal dengan anak dan menantunya. Selain membuka rumah kost, Bu Imah juga membuka toko kelontong. Ryan jadi leluasa keluar masuk rumah ibu kost. Ia juga rajin membantu melayani pembeli di toko Bu Imah.

Suatu hari, keluarga Bu Imah harus menghadiri pesta kerabatnya di luar kota. Biasanya saat pergi, Bu Imah akan menitipkan kunci rumah pada tetangga sebelah. Namun kali ini kunci rumah ia titipkan pada Ryan.

Ryan mengantar kepergian keluarga Bu Imah dengan senyuman. Bergegas Ryan memasuki rumah Bu Imah, matanya menyelidik ke seluruh bagian rumah.

Setiap bagian rumah Bu Imah ia masuki. Entah apa yang ada dalam benaknya. Menyisir etalase yang penuh dengan barang dagangan.

Keesokan harinya Bu Imah, anak dan menantunya pulang ke rumah. Bu Imah berniat mencari Ryan untuk meminta kunci yang kemarin ia titipkan. “Cari Ryan bu ?.Kemarin ia pulang kampung,” jelas Iko anak kost penghuni sebelah kamar Ryan.

“Pulang ? Ryan Nitip kunci rumah ibu gak ?” Bu Imah balik bertanya.

“Enggak nitip bu,” jawab Iko singkat.

“Astagfirullah, ibu!” teriak anak Bu Imah dari dalam rumah induk. Bergegas Bu Imah menghampiri anaknya. Betapa terkejutnya saat melihat rumah dalam keadaan berantakan, lemari pakaian terbuka dan etalase toko telah kosong.

Tamat.

Sumber foto : Koleksi pribadi

rumahmediagrup/ She’scafajar

2 comments

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.