Ketika Jiwa Terlahir Kembali, Sebuah Momen Pencapaian Hijrah yang Luar Biasa

Ketika Jiwa Terlahir Kembali, sebuah momen pencapaian hijrah yang luar biasa.

Apakah itu? Bilakah momenmu? Apakah kau putuskan ketika merayakan milad? Atau menyambut tahun baru seperti saat ini? Atau harus menunggu saat terpuruk dahulu?

Tahu tidak? Ini adalah judul event yang baru saja saya adakan sekitar 3 bulan lalu. Tepatnya ketika memperingati momen miladnya Pak Ilham Alfafa selaku founder Nubar.

Hal yang paling mengejutkan, ternyata beliau pun memutuskan ikut serta menulis di naskah ini. Luar biasa. Beruntunglah para kontributor yang bisa ikut sebuku dengan beliau. Kapan lagi coba?

Ini dia, penjelasan tentang event waktu itu:

Judul: Ketika Jiwa Terlahir Kembali

Tema: manusia yang merasa seperti terlahir kembali setelah bertaubat.
Tagline: lahir kembali, taubat, hijrah.
Jenis tulisan: non fiksi, faksi

Maksud dan tujuan:
Berangkat dari sebuah surat dalam Al-Quran:
“Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari Sulbi mereka dan Allah Ta’ala mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman) “Bukankah Aku ini Tuhanmu?” mereka menjawab, “Betul (Engkau Tuhan kami), kami menjadi saksi” . (Kami lakukan yang demikian itu) agar pada hari kiamat kamu tidak mengatakan, “Sesungguhnya kami (Bani Adam) adalah orang-orang yang lengah terhadap ini (Keesaan Tuhan)”. (QS. Al-A’raaf:172)

Janji janin kepada Allah adalah Keesaan terhadap Allah SWT. Hal ini disaksikan oleh Adam dan penduduk langit. Setelah terlahir ke dunia, kita tidak mengingat perjanjian itu karena fitrah manusia yang pelupa.

Terlahir kembali, berarti adalah momen saat manusia memutuskan untuk hijrah, kembali ke jalan yang benar, setelah sekian lama ingkar. Terlahir kembali mestinya bukan hanya ungkapan di bibir belaka, namun momen saat manusia sungguh-sungguh bertaubat dan menjalankan janji seperti tercatat dalam surat Al-A’raaf di atas.
Kapankah momen kalian semua? Saat kejadian apakah? Mari kita ceritakan dan inspirasikan pada dunia.

Ide saya mengadakan event ini adalah terbersit ketika mengikuti pelatihan ESQ yang juga merupakan rangkaian program dari kampus saya.

Dalam pelatihan yang berlangsung selama dua hari itu begitu luar biasa. Kembali saya diingatkan akan tujuan akhir manusia sebenarnya. Coba tengok pada tulisan yang saya tuangkan untuk buku ini:

***

Bagaimana cara meraih kebahagiaan? Mengapa banyak sekali deret nama orang ternama, kaya, cantik dan tampan, namun mengakhiri hidupnya melakukan suicide? Apakah menjadi cantik, tampan, kaya dan ternama tidak menjanjikan kebahagiaan? Malah menimbulkan depresi yang berujung pada perilaku bunuh diri?

Badan kesehatan dunia WHO memprediksi, depresi akan menjadi penyakit dengan angka kasus tertinggi kedua, setelah penyakit jantung. Bahkan di Indonesia sendiri, depresi menjadi masalah kesehatan jiwa terbesar. (Sumber: Kompas)

Dalam suatu pelatihan ESQ (Emotional Spiritual Quostient), sebuah pernyataan membuatku tertegun. “Find your biggest why?” Temukan tujuan hidupmu sebenarnya, dengannya kamu akan mempunyai energi besar untuk melanjutkan perjalanan hingga napas terakhir. Seseorang bisa saja kaya, tenar, namun masih mengalami depresi karena kehilangan arah dan tujuan..

***

Nah, sedikit saja ya cuplikannya. Besok, insya Allah akan saya bahas hal menarik lainnya tentang event “Ketika Jiwa Terlahir Kembali”

rumahmediagrup/emmyherlina