Dan Titik!

Iklan

Dan Titik!

Biar panas aku berjalan
Biar lelah aku berjuang
Biar sesak aku menangis,
Dan titik! Itu tekadku…

Meski jiwa terinjak laras
Meski darah mengalir deras
Meski waktu telah habis,
Dan titik! aku terus maju…

Oh, munafik aku
Terjatuh aku
Menghindar aku,
Dan titik! kini aku kembali…

Titik! kini aku menguat
Titik! tujuan telah tererat
Titik! waktu semakin dekat,
Titik! akulah pejuang…

Titik! berhenti atau lanjut…

Maknanya:

(Bait Pertama)
Biar panas aku berjalan
Biar lelah aku berjuang
Biar sesak aku menangis,
Dan titik! Itu tekadku…


Saat aku mulai berjalan menyusuri kehidupan, akan banyak cobaan yang menghadang. Dunia ini sangat panas (oleh gemerlap dan hingar bingar). Aku akan berjuang mengejar apa yang kuimpi-impikan, seberapa pun lelahnya perjuangan itu. Walau pada satu waktu, aku merasakan sesaknya jiwa karena tidak kuasa menahan ujian-ujian yang menghadang saat aku berjuang, hingga aku menangis, saking beratnya ujian-ujian itu. Dan titik! Aku tidak peduli dan tidak mau peduli. Itu keputusanku (untuk berjuang), keputusan yang sangat bulat.


Kadang, kita sebagai manusia diberi pilihan, diam atau bergerak. Mengejar atau menunggu. Diam dan menunggu adalah sesuatu yang mudah untuk dilakukan, namun tidak akan membuat kita menjadi manusia yang berarti bagi kehidupan, bahkan tidak menjadi arti sedikit pun bagi dirinya sendiri.
Bergerak dan mengejar adalah sebuah aktifitas yang membakar banyak kalori dalam tubuh. Selain itu pula, mengajarkan kita untuk berpikir dan bertindak. Bergerak dan mengejar tentunya memiliki resiko yang sangat tinggi. Kita akan banyak bertemu dengan tantangan dan rintangan. Tidak sedikit yang membuat kita terpuruk, jatuh dan “mati” dalam keputusasaan. Namun, dampak dari jalan yang kita tempuh memberi kita predikat, “Pecundang Kehidupan” (jika diam dan menunggu) atau “Pejuang Kehidupan” (jika bergerak dan mengejar). Kita yang menentukan resikonya masing-masing.

Iklan

(Bait Kedua)
Meski jiwa terinjak laras
Meski darah mengalir deras
Meski waktu telah habis,
Dan titik! aku terus maju…


Aku tahu, mungkin jiwaku akan mulai terinjak laras; mulai berguguran semangat-semangat yang membara dalam diriku. Darahku akan mengalir deras; mulai habis sisa-sisa tenagaku. Waktuku, suatu saat (di dunia) akan habis, dan aku tidak tahu akan mendapatkan sesuatu yang kuperjuangkan atau pun tidak. Dan titik! Aku tidak peduli dan tidak mau peduli. Aku akan terus berjuang hingga nafas terakhirku, semoga syahid di jalan-Nya.


Dalam perjalanan, perjuangan, tidak selalu berhasil sesuai dengan keinginan kita. Tidak sedikit orang yang berjuang keras, tidak mendapatkan hasil yang diinginkannya, bahkan hingga akhir hidupnya. Tidak sedikit pula orang yang hanya berleha-leha dalam hidupnya, tapi mendapatkan banyak kenikmatan dan kesenangan dunia. Tapi, apakah itu penting bagi seorang pejuang (yang mengharapkan ridho-Nya)?


Tuhan selalu menilai proses dari setiap perjuangan yang dilakukan oleh hamba-hamba-Nya. Sedangkan hasil, adalah kuasa-Nya, memberi apapun pada siapa pun yang dikehendaki-Nya (bahkan seorang manusia setengah iblis pun bisa diberikan kemewahan, kekuasaan, kejayaan jika Ia menghendaki). Namun, seseorang yang bernilai di sisi-Nya adalah orang yang selalu berjuang sesuai aturan-Nya; yang memiliki semangat tinggi, berjalan lurus di jalan-Nya. Seandainya Tuhan menghendaki kita kembali pada-Nya dalam keadaan kelelahan dalam berjuang menggapai cita karena-Nya, maka itu adalah keadaan kembali yang sangat baik, yakinlah.

Iklan

(Bait ketiga)
Oh, munafik aku
Terjatuh aku
Menghindar aku
Dan titik! kini aku kembali


Ya, tidak selamanya aku kuat. Pada satu masa, aku merasa aku tidak seperti yang kutekadkan. Aku pernah berada pada masa di mana aku jatuh, sejatuh-jatuhnya, selemah-lemahnya, sehina-hinanya. Aku merasa sendiri. Akhirnya, aku ingkar dengan niatku sendiri, ingkar dengan tekadku sendiri, ingkar dari jalan Tuhan. Aku lelah dengan perjuangan yang tidak pernah mendapatkan hasil, hingga aku menghindar dari semua jalan yang selama ini kutempuh. Namun, tidak berapa lama aku sadar. Ternyata jalan itu tidak lebih baik. Dan titik! aku kembali pada jalan yang kutekadkan dalam jiwa.


Hidup tidak seindah yang dibayangkan. Perjuangan tidak semudah yang direncanakan. Ujian-ujian berat akan terus menemani, sampai kapanpun. Tidak ada perjuangan yang mudah, semua memiliki tingkat kesulitan dan pengorbanan yang sangat berat. Itulah kenapa Tuhan memberi ganjaran yang sangat besar bagi para pejuang ini. Anda; kita; kalian; aku; dan kamu, jika sudah bertekad untuk berjuang–apapun itu–cita-cita, harapan, impian, keinginan–harus siap dengan berbagai resiko berupa kelelahan, kesakitan, pengorbanan besar, air mata, bahkan darah.


Ingat, semangat tidak selalu membara. Keyakinan tidak selalu kuat. Dan, hati tidak selalu ikhlas (dengan ujian-Nya). Kita wajib meng-upgrade semangat kita dengan motivasi yang tinggi, agar tidak muncul pada diri kita masa di mana kita lemah dengan semua ujian-Nya. Bila itu terjadi, dan kita hanya manusia, pasti akan merasakannya. Jangan sampai melarut, segera bangkit, dan kembali pada niat semula. Menjadi pejuang-Nya. Tuhan tidak pernah memberi ujian diluar batas kemampuan kita. Yakinlah.

Iklan


(Bait Keempat)
Titik! kini aku menguat
Titik! tujuan telah tererat
Titik! waktu semakin dekat,
Titik! akulah pejuang…


Banyaknya masalah, ujian, pengalaman hidup yang kujalani (dari payahnya perjuanganku) memberikanku satu nafas baru yang lebih kuat, semakin menguat. Karena, kuyakin, Tuhan tidak pernah menyia-nyiakan perjuanganku. Apa yang kucita-citakan (kuperjuangan dalam menggapainya) telah terpatri kuat sebagai bagian dari hidupku, sehingga langkahku semakin kuat untuk menggapainya. Aku tahu, waktuku semakin dekat (semakin berkurangnya jatahku di dunia ini). Sehingga, aku bertekad memanfaatkan sisa usiaku dengan hal-hal yang berarti, berjuang mencari ridho-Nya lewat jalan mana pun yang bisa kutempuh. Titik! akulah pejuang, karena dalam hidupku penuh dengan perjuangan, dalam hal apapun.


Ujian bisa membuat kita menjadi lebih kuat dari sebelumnya, jika kita mau mengambil hikmah dari setiap kejadian yang menimpa kita. Apa yang pernah kita alami, menjadi pelajaran berharga bagi kehidupan kita. Kesalahan membuat kita lebih berhati-hati dalam melangkah agar tidak jatuh pada lubang yang sama.


Kita sudah mengalami banyak hal dalam hidup, semanjak kita memahami akan arti hidup. Kita sudah memperjuangkan sesuatu yang ktia anggap sebagai tujuan kita. Jadi, semakin kuat tujuan kia, maka semakin mudah untuk menggapainya, karena kita tahu harus seperti apa harus bagaimana.


Jangan pernah lupa, sekuat apapun kita mengejar, jika hanya mengejar dunia, tidak akan pernah ada habisnya. Kita boleh mengejar dunia, tapi jangan lupa, mengejar dunia untuk tujuan akhirat, agar perjuangan kita tidak sia-sia. Karena, waktu kita di dunia tidaklah lama, hanya sekerlipan mata saja.


Setiap kita adalah pejuang–pejuang kehidupan. Kita berjuang semenjak di dalam kandungan. Lahir, lalu berjuang hidup menjadi bayi, kanak-kanak, remaja. Semua perjuangan kita tidak lepas dari dukungan orang tua yang dengan sabar mendidik, mengasuh, menyayangi kita.


Perjuangan sebenarnya dimulai saat kita bertekad menjadi manusia seutuhnya–menjadi manusia mandiri dan bertanggung jawab. Perjuangan dimulai saat kita mulai berjalan di jalan yang membentang. Perjuangan kita tidak berhenti hanya sekejap saja. Ujian menjadi bumbu dalam setiap perjuangan.


Setiap kita adalah pejuang, saat bisa bangkit dari keterpurukan, bangkit dari kejatuhan, dan bangkit dari yang namanya diam menunggu. Setiap kita adalah pejuang, yang akan menjadi syahid jika niat karena-Nya dan berakhir di jalan-Nya.


Titik! perjuangan belum berakhir, kawan. Hilang masalah yang satu, muncul masalah yang lain. Kita yang memutuskan, akan berhenti karena lelah, atau lanjut berperang…??

Semoga tulisan sederhana ini bisa bermanfaat bagi siapa pun yang membaca buku ini. Ini adalah salah satu dari ribuan perjuangan kami, menjadi manusia berarti bagi sesama dan sepenuh hamba bagi Tuhan kami.

(Diambil dari buku “Titik!” Karya Ilham Alfafa)

rumahmedia/alfafa

2 comments

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.