6 Filsafat Penulis Hebat Bagian 3

Iklan

Ibnu Maskawaih

Ibnu Maskawaih lahir pada tahun 941 M dan meninggal pada tahun 1030 M. Nama lengkapnya adalah Abu Ali Ahmad bin Muhammad bin Ya’kub bin Maskawaih terkenal sebagai ahli sejarah dan filsafat. Selain itu, ia juga seorang moralis, penyair, serta ahli ilmu kimia.

Ibnu Maskawaih mempunyai hubungan yang baik dengan para penguasa pada zamannya. Ia pernah mengabdi kepada Abu Fadl al-Amid sebagai pustakawan. Setelah itu, ia mengabdi kepada putranya, Abu al-Fath Ali bin Muhammad. Kedua orang tersebut menjadi menteri pada masa Dinasti Buwaihiyah. Ia juga pernah mengabdi kepada Adud Daulah, seorang penguasa Dinasti Buwaihiyah. Ibnu Maskawaih merupakan seorang pemikir muslim yang produktif.

Beberapa karya tulisnya yang sampai kini masih ada, antara lain sebagai berikut :

  1. Al-Fauz al-Akbar (Kemenangan Besar)
  2. Al-Fauz al-Asgar (Kemenangan Kecil)
  3. Tajarib al-Umam (Pengalaman Bangsa-bangsa)
  4. Uns al-Farid (Kesenangan yang tiada tara)
  5. Tartib as-Sa’adah (Akhlaq dan politik)
  6. As-Siyas (Aturan hidup)
  7. Jawidan Khirad (Ungkapan Bijak)
  8. Tahzib al-Akhlaq (Pembinaan Akhlaq)

Pemikiran filosofis Ibnu Maskawaih yang ditunjukkan pada etika dan moral dimuat dalam tiga bukunya, yaitu Tartib as-Sa’adah, Tahzib al-Akhlaq, dan Jawidan Khirad

Al-Gazali

Al-Gazali lahir di kota Gazalah, sebuah kota kecil di dekat Tus, Khurasan. Nama lengkapnya adalah Abu Hamid Muhammad bin Muhammad at-Tusi al-Gazali. Ia lahir pada tahun 1058 M dan meninggal pada tahun 1111 M. al-Gazali adalah seorang pemikir, teolog, filsuf, dan sufi termasyhur sepanjang sejarah Islam.

Iklan

Ia lahir dari keluarga sederhana yang taat beragama. Pendidikannya dimulai dengan belajar Al-Qur’an dari ayahnya sendiri. Sepeninggal ayahnya, ia dan saudaranya dititipkan pada Ahmad bin Muhammad ar-Razikani, seorang teman ayahnya dan sufi besar. Dari ar-Razikani, al-Gazali mempelajari ilmu fiqih, riwayat hidup, dan kehidupan spiritual para wali. Ia kemudian melanjutkan pendidikannya ke Jurjan dan berguru pada Imam Abu Nasr al-Isma’il.

Beberapa tahun kemudian, ia pergi ke Nisabur dan memasuki Madrasah Nizamiyah, yaitu madrasah yang didirikan oleh Nizamuk Mulk, perdana menteri dari Dinasti Saljuk. Di sana, al-Gazali berguru kepada Imam Haramah al-Juwaini tentang ilmu usul fiqih, ilmu mantiq, dan ilmu kalam. Karena bakatnya, al-Gazali diangkat sebagai asisten yang menggantikan al-Juwaini mengajar jika ia berhalangan hadir.

Di Nisabur ini, bakat menulis al-Gazali berkembang. Ia menulis hampir 100 buku tentang teologi, fiqih, tasawwuf, akhlak, dan autobiografi dalam bahasa Arab dan Persia. Karena keahliannya diberbagai bidang ilmu, baik filsafat, ilmu kalam, fiqh dan tasawuf maka ia mendapat gelar Hujjatul Islam.

Di antara bukunya yang terkenal adalah sebagai berikut:

  1. Maqasid al-falasiyah (Tujuan dari Filsuf)
  2. Tahafut al-Falasiyah (Kekacauan para Filsuf)
  3. Ihya’Ulumudin (Menghidupkan ilmu-ilmu Agama). Berisi tentang perpaduan antara fiqh dan tasawuf dan merupakan buku yang terkenal dalam ilmu tasawuf dan ilmu kalam.
  4. Al-Munqiz min ad-Dalal (Penyelamat dari Kesesatan)

rumahmedia/deejaysupriyanto

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.