Mengenal Virus Corona, Gejala dan Pencegahannya

Mengenal Virus Corona, Gejala dan Pencegahannya

Virus Corona saat ini sedang menggemparkan dunia. Pada Kamis (24/1/2020), pemerintah Cina mengatakan, virus yang pertama kali muncul dari daerah Wuhan ini telah memakan korban jiwa sebanyak 25 orang dan menjangkiti lebih dari 830 orang sejak pertama kali muncul akhir tahun lalu.

Dari kota Wuhan – Cina, virus ini tercatat telah menyebar tak hanya ke wilayah otonomi seperti Hong Kong dan Makau, tapi juga ke beberapa negara sejauh ini. Termasuk Jepang, Korea Selatan, Amerika Serikat (AS), Singapura hingga Thailand.

Bahkan di Indonesia, seorang pasien di Rumah Sakit Penyakit Infeksi (RSPI) Sulianti Saroso, Jakarta Utara, jadi suspect terjangkit virus Corona. Pihak rumah sakit tengah melakukan observasi lebih lanjut.

Berdasarkan penjelasan dari rumah sakit, dikutip dari CNNIndonesia, Jumat (24/1/2020), pasien tersebut merupakan warga negara Indonesia. Pasien tersebut memiliki riwayat perjalanan dari Cina.

Pasien itu mengalami tanda-tanda mirip dengan seseorang yang terjangkit virus Corona, yakni demam, batuk, dan sesak napas. Rumah sakit tengah melakukan penelitian lebih lanjut untuk mengetahui kondisi suspect. Dibutuhkan waktu 2-3 hari sampai penelitian selesai.

Virus corona, yang penyebarannya dimulai dari hewan ke manusia tersebut kini memiliki nama baru yaitu Novel Coronavirus (2019-nCoV). Hingga saat ini belum bisa dipastikan fatalitas serangan corona virus pada manusia. Daya mematikan corona virus atau virus corona bisa berubah seiring meluasnya serangan virus. Karena itu, organisasi kesehatan dunia atau WHO telah memberi panduan dan menyarankan negara siap menghadapi serangan virus. Berikut yang perlu diketahui seputar virus corona.

Apa sebenarnya virus Corona? Dari mana sumbernya?
Virus Corona adalah kelompok besar virus yang umum ditemukan pada hewan dan bersifat zoonotik. Menurut US Centers for Disease Control and Prevention (CDC), virus tidak hanya menyebar antar hewan. Artinya, virus corona atau corona virus bisa menyebar dari hewan ke manusia. Virus ini memiliki kedekatan dengan virus SARS (Severe Acute Respiratory Syndrome) dan MERS (Middle East Respiratory Syndrome).

SARS mewabah di seluruh dunia pada 2002-2003. Virus SARS pertama muncul di Cina pada November 2002. Pada Juli 2003 ditemukan 8.000 kasus virus ini dan 774 orang yang meninggal. Wabah ini menyebar ke negara lain di Amerika Utara, Amerika Selatan, Eropa dan Asia.

Laporan pemerintah Cina menyatakan, virus corona mulai mewabah di Wuhan, Cina, pada Desember lalu. Para pejabat negara mengatakan virus corona mungkin berasal dari hewan liar yang dijual di Pasar Makanan Laut Huanan (Huanan Seafood Market) yang terletak di pusat kota Wuhan. Apalagi sejumlah penderita awal yang terjangkit virus Novel 201 Corona virus (2019-nCoV) itu adalah karyawan pasar makanan tersebut.

Vendor pasar makanan dan media Cina melaporkan, Pasar Makanan Laut Huanan menjual berbagai jenis makanan unik. Mulai dari anak serigala, rubah hidup, buaya, salamander raksasa, ular, tikus, burung merak, landak, daging unta hingga musang. Berbagai binatang yang dijual di pasar itu merupakan spesies yang terkait dengan pandemi sebelumnya, yakni SARS.

Penyebaran Virus Corona
Penyebab virus corona pada manusia berasal dari kontak dengan hewan. Menurut WHO, penyebab virus corona adalah unta dalam kasus MERS dan kucing pada SARS. Peneliti belum yakin penyebab virus corona pada kasus pneumonia di Wuhan, Cina.

Dalam kasus penularan antar manusia, biasanya terjadi saat kontak langsung dengan cairan pasien. Misal terkena cipratan liur saat bersin atau batuk. Penularan juga bisa berasal dari menyentuh langsung pasien. Bagian tubuh yang terpapar langsung kemudian digunakan untuk menyentuh mulut, hidung, dan mata.

Apa saja gejala yang ditimbulkan?
Virus corona bisa membuat orang sakit saluran pernapasan bagian atas dengan tingkat ringan hingga sedang, mirip dengan flu biasa. Gejala virus corona lainnya termasuk pilek, batuk, sakit tenggorokan, sakit kepala dan demam yang dapat berlangsung selama beberapa hari.

Bagi mereka yang memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah, misalnya orang tua dan anak-anak, ada kemungkinan virus dapat menyebabkan penyakit infeksi saluran pernapasan bagian bawah yang lebih serius seperti pneumonia atau bronkitis.

Upaya pencegahan yang bisa dilakukan :
• Tidak kontak langsung dengan pasien kecuali dalam kondisi tertentu.
• Usai kontak dengan pasien, pastikan cuci tangan dengan sabun dan air mengalir sebelum menyentuh diri sendiri.
• Jika harus bepergian ke daerah yang terinfeksi virus corona di Cina, khususnya di Wuhan disarankan menghindari pasar hewan, menutup hidung dan mulut dengan masker, dan segera ke dokter bila merasakan penurunan kondisi tubuh.

Sumber Gambar :
https://www.cnbcindonesia.com/news/20200124125555-4-132444/apa-itu-virus-corona-ncov-yang-mematikan-gegerkan-dunia

Semoga bermanfaat ❤

Referensi :
• Widiyani, Rosmha. 2020. Virus Corona: Kenali Gejala, Penyakit, dan Obatnya. https://news.detik.com/berita/d-4870975/virus-corona-kenali-gejala-penyakit-dan-obatnya. Diakses 25 Januari 2020 pukul 03:43
• Sebayang, Rehia. 2020. Apa Itu Virus Corona nCoV yang Mematikan & Gegerkan Dunia?. https://www.cnbcindonesia.com/news/20200124125555-4-132444/apa-itu-virus-corona-ncov-yang-mematikan-gegerkan-dunia. Diakses 25 Januari 2020 pukul 03:48

rumahmediagrup/arsdiani

One comment

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.