Intip Karaktermu Lewat Nama Penulismu

Intip Karaktermu Lewat Nama Penulismu

Hai, Sobat writer! Saat ini, nama apakah yang dipakai sebagai nama saat menjalani profesi menulismu? Nama asli, nama pena, atau nama yang ada sisi historisnya di balik artinya?

Memang ada orang yang berpendapat, apalah arti sebuah nama? Well, berdasarkan nama penulis, sebenarnya kita bisa sedikit mencari tahu tentang bagaimana karakter orang yang bersangkutan. Coba simak jenis nama yang manakah milikmu, Sobat?

Nama-nama puitis. Mungkin tujuannya ingin total berkiprah sebagai penulis, sastrawan, atau sastrawati, tetapi terdengar sedikit menggelikan bagi sebagian orang yang serius, dan tidak suka hal-hal yang berbau alay. Contoh : Bintang Kejora, Jeritan Hati yang Sunyi, Gadis Kesunyian, dan sebagainya. Bagi sebagian penerbit dan penulis senior, mereka bisa jadi akan mempertanyakan, itu nama orang atau judul tulisan? Nah, lho! Kalau untuk sekadar nama akun medsos untuk seru-seruan, sih, it’s okay, ya. Tetapi untuk urusan pekerjaan sebagai penulis, gunakanlah nama-nama yang menyiratkan keseriusan sebagai penulis.

Memakai nama asli. Banyak juga penulis yang tetap merasa bangga mempergunakan nama asli yang diberikan orangtuanya. Alasannya karena nama itu pemberian orangtua. Takkan mungkin orangtua memberikan nama yang asal-asalan pada anaknya. Jadi sebagai wujud kasih sayang dan penghargaan terhadap orangtua, para penulis tersebut tetap memilih untuk memakai nama aslinya. So sweet? Pastinya.

Nama pena yang memiliki arti tertentu. Ada sebagian penulis yang memakai nama pena karena berbagai alasan. Contohnya sebagai bentuk doa supaya menjadi penulis yang laris manis, selalu banjir ide dan inspirasi, atau sekadar menyembunyikan nama aslinya. Contoh : Rhea Ilham, yang berarti banyak ide(Rea-rhea=banyak, Sunda red) atau inspirasi. Aaamiin.

Nama kebanyakan orang. Ada penulis yang berpendapat nama yang dimilikinya banyak dimiliki orang, sehingga mereka memakai nama yang sekiranya berbeda, khas, julukan atau nama pendek yang sedikit dimodifikasi. Contoh : Dewi Lestari menjadi Dee Lestari,

Trend terkait gender. Penulis yang mengaburkan jenis kelaminnya lewat nama karena nama sendiri dianggap kurang hoki. Contohnya J.K. Rowling. Aslinya bernama Joanne, Katheleen(diambil dari nama nenek) Rowling. Konon nama penulis perempuan di Inggris sana kurangmembawa keberuntungan, sehingga nama penulis novel “Harry Potter” itu menyingkat namanya agar terkesan seperti nama pria. Terbukti saat ini J.K. Rowling menjadi salah satu penulis terkaya di dunia.

Nama gabungan orang terdekat. Ada pula penulis yang selain menggunakan nama aslinya juga menggabungkan nama orang-orang terdekatnya, seperti nama anak kesayangan, nama ayah atau ibu, nama nenek atau kakek dan sebagainya. Alasannya sebagai bentuk penghargaan atau dalam rangka mengingat keistimewaan orang yang bersangkutan.

Begitulah beberapa jenis nama penulis yang bisa menggambarkan karakter kita secara umum. Apakah sudah tepat nama yang kita sandang dengan visi dan misi kita sebagai seorang penulis? Ataukah masih terus mencari, kira-kira nama pena yang seperti apakah yang cocok.

Selamat membentuk karakter personal branding dengan nama pena pilihan kita sendiri. Salam literasi.

***

rumahmediagrup/rheailhamnurjanah

3 comments

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.