Wisata Hati dengan Celengan

Wisata Hati dengan Celengan

Tahun lalu, saya melakukan wisata hati. Perjalanan umroh bersama suami, kedua mertua, dan saudara-saudara lainnya, kami berangkat bersembilan orang. Sebuah perjalanan yang menguras tenaga tetapi menghadirkan perasaan berkesan di hati. Bahagianya pasti melebihi perjalanan wisata ke tempat fenomenal sekalipun. Bagaimana tidak, mengunjungi dua kota suci adalah impian bagi setiap muslim.

Bagi kami yang hidup sederhana, bisa merencanakan berangkat umroh adalah kuasa Allah. Dengan melihat biaya puluhan juta, rasanya sudah kecil hati. Biaya dari mana, ya?

Tetapi niat memang menguatkan tekad. Sejak berniat umroh karena Allah, hal yang mustahil menurut kacamata manusia, ternyata Allah permudah jalannya.

Dulu, saya pernah berjanji pada Mamih. Kalau saya dan suami pergi umroh, Mamih akan diajak. Nyatanya ketika minta ijin Papap, disarankan tidak mengajak Mamih, karena kondisinya yang kurang sehat. Maka mendaftarlah saya, suami, kakak ipar saya dan keponakan. Biro perjalanan umroh yang kami pilih adalah milik teman kakak ipar.

Dengan kemudahan, tanpa bunga dan biaya tambahan, ibarat menabung, saya bisa mencicil biaya perjalanannya selama satu tahun enam bulan. Ini cara saya merencanakan wisata. Menabung!

Biasanya jika saya berencana untuk liburan atau wisata bersama keluarga atau jika ada keperluan apapun, saya akan menabung. Bukan di tabungan bank yang ada fasilitas atm, tapi di celengan. Serius!

Celengan ini efektif untuk saya yang sederhana tetapi boros. Dari sisa belanja atau jika mendapatkan uang nominal Rp20.000,00 kertas yang masih bagus, wajib untuk dimasukkan ke celengan.

Saya punya tiga celengan. Satu khusus uang kertas Rp20.000,00 dan satunya lagi khusus uang kertas nominal berapapun, asalkan kertasnya masih baru dan bagus. Celengan lainnya adalah untuk uang koin nominal seribu rupiah. Sejak dari awal sudah saya niatkan celengan dibuka jika sudah waktunya akan melaksanakan niat.

Saya sudah praktekkan cara ini saat saya pertama kali merencanakan liburan ke negara tetangga. Hasilnya nggak disangka, loh. Selama satu tahun, enam juta lebih saya kumpulkan dari celengan 20ribuan. Berjuta-juta lagi dari dua celengan lainnya. Cara ini saya lakukan lagi selama hampir dua tahun untuk berangkat umroh. Terbukti efektif!

Selain celengan, bentuk lain menabung ala saya adalah mulai membuka tabungan berjangka. Peruntukannya jelas sudah direncanakan untuk apa, kemudian menabung berapa lama serta jumlah dana didebit setiap bulannya di tanggal tertentu yang sudah kita buat di pengajuan tabungan bank.

Kalau cara menabung di bank ini kita sudah pasti tahu dalam jangka waktu tertentu jumlah tabungannya ada berapa. Misalkan, kita butuh lima juta dalam jangka satu tahun kedepan, maka kita bisa menabung 500ribu sebulan. Dalam satu tahun tabungannya ada enam juta. Melebihi yang kita butuhkan.

Jadi, teruskan impian mengunjungi tanah suci dengan memantapkan niat dan mulai menabung. Insya Allah akan ada jalannya. Jangan lupa mohon dimudahkan dan dilancarkan niatnya.

rumahmediagrup/gitalaksmi

One comment

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.