Asa Amira (7)

Asa Amira (7)

Karena kondisi darurat, bayi yang ada dalam kandungan Elmira terpaksa harus dikeluarkan. Usianya baru mau masuk bulan ke-7. Organ vitalnya belum terlalu sempurna sehingga bayi merah itu harus dirawat di ruangan NICU.

Kondisi ibunya tak kalah menyedihkan. Terbujur lemah tak berdaya dan dalam keadaan koma. Ia pun kini dirawat intensif di ruang ICU.

Amira merasa terpukul. Ia melihat di depan matanya sendiri bagaimana si kakak berjuang untuk mempertahankan hidupnya walaupun hingga kini masih dibantu dengan berbagai alat kesehatan yang menempel di badannya.

Perasaan benci di hatinya pelan-pelan menguap berganti ketakutan akan kehilangan sosok sang kakak. Setiap saat ia selalu berdoa agar kak Elmira segera diberikan kesembuhan. Ia sangat menyesal pernah mendoakan kakaknya dengan hal yang buruk.

Dear Kakak,

Maaf ya Kak, dulu aku pernah membenci kakak, padahal kakak adalah orang paling baik yang pernah aku temui. Sekarang tak ada lagi rasa benci itu kak! Aku takut kehilangan kakak. Aku ingin menjadi wanita tangguh seperti kakak. Cepat sembuh ya! Love You.

Ini surat kesekian kali yang dibuat Amira. Setiap lembar surat yang ia buat ia lipat dan simpan dalam kotak di samping tempat tidurnya Elmira.

Ia berjanji, jika Elmira sembuh, ia akan menghilangkan seluruh kebencian yang sempat tersemai dalam hatinya. Ia ingin menjadi wanita yang kuat dan tangguh seperti kakaknya sebagaimana yang sering diceritakan bunda.

rumahmediagrup/wina_elfayyadh