KEBUN KEBAIKAN

Kebun Kebaikan

Seringkali kita mendengar ucapan kalimat ‘tanamlah kebaikan di manapun engkau berada’. Apa sebenarnya tujuan dan makna yang tersirat di dalamnya. Apakah hanya sekedar himbauan prilaku semata, agar tercipta kedamaian di muka bumi.

Layaknya menanam, tentulah telah dipersiapkan proses dan semua bahan baku tanamnya, kondisi cuaca dan lingkunganpun dipersiapkan dan diperhitungkan, tujuannya supaya hasil tanam memberi banyak keuntungan dan kebermanfaatan untuk sesama.

Begitu pula dengan tanaman kebaikan, supaya hasilnya menguntungkan dan bermanfaat, maka prosesnya perlu diperhatikan sebaik- baiknya. Media tanam yang utama dan pertama harus ada adalah “wadah atau lahan tanam” harus sesuai dan siap, “hati” adalah media utama tersebut.

Keluasan dan keikhlasan hati adalah indikator akan keberhasilan dari kebaikan yang ditanamkan. Media tanam kedua adalah bibit unggul, sumber kebaikan terbaik yang dimiliki adalah bibit unggul dari upaya menanam kebaikan, maka prioritaskan hal terbaik dalam upaya kita menanam kebaikan.

Pupuk merupakan sarana yang tidak kalah pentingnya, sebagai penentu akan hasil yang akan dipanen. Maka memupuk rasa empati dan simpati adalah cara terbaik untuk selalu menanam dan merawat kebaikan di manapun kita berada.

Cuaca menentukan kondisi tanaman, begitu juga dengan tanaman kebaikan, mengalami fluktuasi maka selalu bersiaplah dengan segala kondisi, agar turun naiknya semangat menanam kebaikan dapat dikondisikan dengan sebaik-baiknya.

Kebun kita seringkali ditumbuhi oleh rumput liar ataupun ilalang. Tanaman pengganggu yang tidak diinginkan keberadaannya. Jika diabaikan mereka akan tumbuh subur di ladang atau kebun kita, sampai bisa mematikan tanaman inti yang kita tunggu-tunggu hasilnya untuk bisa dipanen.

Begitu juga dengan kebun kebaikan kita, jika tidak dijaga dari perbuatan dan hati yang tidak bersih dan tulus, maka akan menjadi sia-sia saja.

Hasil kebun umumnya akan memberikan keuntungan bagi sipemilik terlebih dahulu, sebelum akhirnya menjadi bagian yang bermanfaat untuk sekitarnya.

Begitulah filosofi kebun kebaikan yang kita tanam, pelihara dan rawat, sejatinya hasil panennya akan kembali pada diri kita sendiri. Selama kebaikan tetap kita tanamkan di manapun dan kapanpun, maka hasil positifnya akan selalu mengikuti.

Waallahu aa’lam bishawab

rumahmediagrup/anisahsaleh

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.