Seperti Dua Sisi Koin

Seperti Dua Sisi Koin

Pernahkan Sobat mengalami suatu waktu di mana tiba-tiba mendapat proyek pekerjaan tetapi di saat yang bersamaan mendapat ujian berupa anak sakit, tagihan tak jua kunjung cair, dan sebagainya? Di satu sisi kita mensyukuri rezeki yang datang tak terduga tetapi di sisi lain kita refleks mengucapkan istigfar atas ujian yang Allah berikan.

Bagai dua sisi koin yang berbeda gambar, begitu pula yang terjadi pada hidup ini. Selalu ada hal-hal yang berjalan beriringan sekalipun berbeda makna. Sudah dituliskan bahwa seperti inilah kehidupan itu berjalan.

Tak ada hidup yang sempurna. Tak ada kebahagiaan yang terus menerus terjadi dan tak ada kemalangan yang terus menerus menimpa hidup kita. Selalu ada perguliran, pergantian masa. Begitulah cara-Nya menciptakan keadilan di muka bumi ini.

Ketika kita mendapatkan rezeki, maka di saat itu adalah waktu untuk banyak mengingat-Nya dan senantiasa waspada. Sekalipun kesenangan itu membuat kita bahagia, tetapi sebaiknya disikapi dengan biasa-biasa saja. Menikmati itu boleh, asal jangan sampai terlalu terlena dan menganggap kesenangan itu akan berlangsung selamanya.

Banyak mengingat-Nya di saat kesusahan sudah biasa. Banyak mengingat-Nya saat diberikan kesenangan, itu baru luar biasa, sebab terbukti banyak manusia yang mudah melupakan-Nya saat diberikan kesenangan. Bukankah Allah sendiri mengatakan bahwa Dia akan mengingat kita di saat kita susah apabila di saat senang sebelumnya, kita banyak mengingat-Nya?

Lalu saat kita mendapatkan ujian, maka terimalah dengan lapang dada dan ikhlas. Tak perlu menyalahkan atau mengkambing hitamkan siapa pun. Dinikmati saja, meski tak menyenangkan. Ditafakuri. Mungkin dengan bersabar saat menerima ujian sesungguhnya Allah SWT sedang menghapuskan dosa-dosa kita dan berencana mengangkat harkat dan martabat kita di hadapan-Nya.

Bagi orang-orang yang mau berpikir, kesenangan dan kemalangan itu akan dianggap sebagai bagian hidup manusia pada umumnya. Jikalau ada yang merespon kesenangan dengan kegembiraan berlebihan dan merespon kemalangan dengan kesedihan yang berlebihan maka mungkin rasa syukur kepada-Nya belum terbentuk.

Cara yang paling asyik menghadapi kemalangan itu adalah dengan acceptance. Terima setiap episode kehidupan dengan hati ikhlas. Niscaya hati menjadi lebih ringan dan terbebas dari beban.

Bila kita terus menerus denial dan anger, maka takkan pernah bisa berdamai dengan kenyataan. Akibatnya bisa jadi kita malah melampiaskan kemarahan dan kekecewaan terus menerus. Mengumbar aura negatif pada orang-orang sekitar bukan tak mungkin akan membuat orang tak lagi betah bersama kita.

Pada akhirnya, kesenangan maupun kemalangan merupakan bentuk didikan langsung dari-Nya. Akankah kita akan menjadi lebih bijaksana dalam menjalani hidup beserta problematikanya, ataukah kita akan terus berkutat di hal-hal itu saja tanpa pernah bisa move on? Akankan di sisa usia yang dimiliki, kita makin dewasa ataukah tetap berperilaku kekanak-kanakan?

Selamat menikmati koin yang Allah berikan. Selamat menjalani hidup. Selamat berproses mengikuti alur yang sudah diskenariokan oleh-Nya. Always stay happy.

***

rumahmediagrup/rheailhamnurjanah

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.