Somebody Elses Secret Formula

Somebody Elses Secret Formula

Pernah nggak sih kita “menguntit” seorang idola ataupun expert yang diteladani karena prestasinya yang luar biasa? Memperhatikan setiap gerak geriknya, memahami apa-apa yang terucap dari lisannya, menghayati kisah perjalanan hidupnya, untuk kemudian mencari kira-kira jalan seperti apa yang akan kita tempuh agar bisa seperti mereka?

Jika kita bicara teori, semua akan berpendapat sama bahwa untuk bisa menjadi seorang ahli, perlu yang namanya ilmu, praktik berupa latihan, kerja keras, disiplin, semangat, dan berani out of the box. Semua tentang keprofesionalan dan kesiapan mental menghadapi situasi apapun.

Yang tahu diri sendiri ya kita pastinya. Orang lain hanya sebagai media perantara yang membantu memetakan atau menggambarkan seperti apa diri kita itu. Bahkan para ahli sekalipun tak ada yang akan mampu benar-benar memahami orang lain.

Ini sebenarnya yang terjadi saat kita datang kepada psikolog untuk mengetahui minat dan bakat kita. Psikolog hanya membantu meneropong dan mengarahkan minat-minat kita yang berserakan seperti kepingan puzzle agar terkumpul. Supaya kepingan-kepingan puzzle tersebut saling mendukung satu sama lain untuk kemudian membantu memberikan gambaran bidang apa yang sekiranya sangat cocok dengan karakter kita dan akan memiliki arah ke perkembangan yang pesat bila ditekuni dengan sungguh-sungguh.

Maka jika kita sibuk mengeluhkan, “Mbak, kok jalan karirku gini-gini aja, ya? Gimana bisa berkembang seperti Mbak? Aku harus gimana, Mbak? Apa lagi yang harus kucoba biar bisa sukses?”

Artinya kita sekadar “si pemalas” yang tidak mau capek dan hanya ingin hasil yang instan saja. Yang kita ributkan hanya kenapa aku begini, kenapa aku begitu. Kenapa tak bisa begini, kenapa tak bisa begitu, dan sebagainya.

Bukannya selangkah lebih maju dengan tekad, “Aku harus coba ini dan itu, merancang ini dan itu. Terus mencari sampai menemukan di mana sebetulnya passion-ku yang sesungguhnya.”

Satu hal yang sering kita merasa enggan untuk menjalaninya adalah ketika para expert tersebut sampai pada fase-fase tersulit dalam perjalanan karirnya. Contoh, seorang pengusaha penerbitan harus merasakan ditipu ratusan juta rupiah oleh rekan kerjanya sebelum akhirnya, beberapa tahun kemudian dirinya mampu bangkit dan eksis kembali. Seorang writerpreneur pernah mengalami kerugian puluhan juta karena buku yang dicetak oleh percetakan mitra gagal dan menghasilkan buku dengan kualitas yang jauh dari kata standar apatah lagi sempurna.

Sumber : Spirit quote, Canva.

Setiap pemenang, akan menempuh dan melewati berpuluh kali eksperimen, mencoba berbagai peluang, dan terus mencari hingga menemukan apa yang dicarinya. Tak ada kata diam apalagi berpangku tangan baginya. Setiap saat, setiap detik, yang dilakukannya adalah terus mencari dan menciptakan peluang. Baik bagi dirinya maupun orang lain.

Kemauan keras bahkan tetap berdiri tegak di saat titik nadir terendah, itulah “rahasia” para expert untuk bisa terus “survive“. Tak ada kata menyerah dalam kamusnya. Hanya ada satu kata “terus maju” dan sibuk memikirkan strategi-strategi lain di dalam otaknya. Tiada jeda sedikit pun bahkan ketika mereka sedang tertidur sekalipun. Otaknya terus bekerja dan berpikir.

Maka, sebelum mengeluh, mari balikkan kembali pada diri sendiri. Sanggupkan menjalani hari-hari yang sedemikian keras seperti para expert tersebut? Siapkan mengurangi atau kekurangan jam tidur saat merancang ide-ide dan strategi-strategi baru? Beranikah menghadapi “trial and error“? Rugi sekian ratus juta saat usaha yang dijalankan tak berhasil sesuai dengan rencana, atau siap menerima komplenan dari klien saat produk yang kita hasilkan menemui kegagalan.

Bila sanggup, maka segeralah bergerak, jadilah perancang kesuksesan diri kita sendiri. Singkirkan selimut tebal sekarang juga. Mulailah bekerja dan bekerja! Tetapi bila tak sanggup dan tak siap mental, maka berhentilah mengeluh atau membanding-bandingkan diri sendiri dengan orang-orang sukses di luar sana. Cukuplah menjadi penonton yang tetap berada di comfort zone seperti saat ini. Minim risiko, minim kegagalan, tetapi hasil ya segitu-segitu saja.

Seorang businessman yang sukses mengatakan bahwa jika ingin berhasil, maka harus mau bekerja siang malam. Tak ada orang sukses luar biasa yang diawali dengan santai-santai, tanpa pengorbanan atau pun kerja keras. Semua ada harga yang harus ditebus. Semua sesuai dengan takaran hukum sebab akibat.

***

rumahmediagrup/rheailhamnurjanah

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.