Balas Chat-ku, dong, Kawan!

Balas Chat-ku, dong, Kawan!

“Males banget komen di grup chat A, nggak pernah ada yang menanggapi. Udah jadi silent reader aja.”

“Aku tuh sering chit chat di grup chatting B, tapi nggak ada yang memberi respon. Saat ngintip lewat info, banyak yang baca. Kenapa pada apatis gitu, ya?”

“Berasa kayak ngoceh sendiri di grup chat. Padahal grup sedang ramai oleh chatting-an. Tetapi kenapa hanya sekelompok orang yang itu-itu saja yang saling berbalas komentar? Saat bukan bagian dari “genk”-nya aja, dicuekin. Tenggelam tergulung chat lainnya.”

Pernah mendengar keluhan tersebut, Sobat? Atau jangan-jangan, kita termasuk yang sering mengeluh begitu. Bisa juga kita termasuk orang-orang yang hanya berbalas komentar saat ada teman-teman yang dikenal saja. Selebihnya, bila ada yang chat, sekalipun nyambung dengan obrolan kita, tetapi karena merasa tidak kenal atau tidak akrab, jadi tidak direspon oleh kita.

Well, apa semua orang dalam contoh di atas itu salah atau benar semua? Tidak ada patokan atau standarisasi tertentu yang bisa dijadikan pegangan. Sebab namanya grup, pastinya berisi banyak orang dengan banyak karakter. Tidak bisa disamakan dan harus sesuai dengan ekspektasi kita. Begitu pula dengan orang lain. Tidak bisa mereka memaksakan untuk menuntut kita mau merespon setiap obrolannya.

Lalu, bagaimana sebaiknya yang bisa dilakukan jika kita berada pada satu grup tetapi terdapat gap atau orang-orang yang senang mengkotak-kotakkan diri berdasarkan kelompoknya saja dan mengabaikan orang-orang yang bukan bagian dari “grup”nya? Jadi seperti berkesan ada “grup” di dalam grup. Sesuatu yang sebetulnya tidak perlu terjadi.

Yang pertama, kita cermati baik-baik tujuan utama suatu grup dibentuk. Apakah grup untuk ajang silaturahmi? Jika iya, maka tak ada salahnya bila sesekali kita menanggapi atau berbalas sapa. Sekadar beri stiker atau jempol tanda like, berkomentar secukupnya, namun turut serta berperan aktif itu lebih baik. Namanya juga grup silaturahmi. Iya, kan?

Bila ada yang memberi respon positif, alhamdulillah. Jaga terus hal tersebut dengan melakukan hal serupa, yaitu membalas menanggapi saat mereka berkomentar atau membagikan sesuatu di grup. Cukup adil, kan?

Menghargai orang yang mau merespon komentar kita cukup dengan balik menghargainya. Syukur-syukur bila keakraban terjalin dengan semua anggota grup. Bisa merasa nyaman dan betah itu bukan perkara mudah, kan? Namun setelah mendapatkannya, rasanya luar biasa.

Kedua. Tujuan grup dibuat dalam rangka mendukung suatu pekerjaan, proyek tertentu, atau semacam pelatihan. Maka di grup seperti ini kita sebaiknya memberi tanggapan ketika ada info terbaru terkait keberlangsungan pekerjaan atau proyek yang sedang digarap saat ini. Cermati baik-baik setiap info yang datang. Jika ada hal-hal yang kurang jelas, tidak ada salahnya bila kita bertanya.

Menjadi kritis karena memang belum mengerti atau ada hal-hal yang kurang jelas itu bukan hal yang buruk. Asal tujuannya bukan untuk mendebat atau memojokkan sang pemberi informasi dengan argumen-argumen yang tidak perlu. Sesekali berkomentar takkan jadi masalah selama berkomentar dengan santun dan cara yang baik. Jangan hanya menjadi silent reader, kecuali memang admin yang mematikan komentar untuk anggota grup.

Ketiga. Grup untuk bertukar informasi seputar kegiatan sekolah yang diikuti oleh orangtua murid. Dalam grup seperti ini, kita boleh memberikan respon positif saat ada info yang disampaikan oleh admin grup terkait kegiatan sekolah. Sebaiknya berkomentar yang perlu-perlu saja dan sesuai dengan info yang di-share. Minimalisir mengomentari supaya info penting tidak tergulung. Segera save atau bintangi supaya info penting tersebut tidak ikut terhapus saat kita clear chat.

Sumber gambar : koleksi pribadi

Keempat. Grup khusus orang-orang terdekat yang sangat akrab dengan kita. Kalau ada grup tipe ini, kita bebas saja saling berbalas komentar. Tak perlu merasa khawatir komentar kita takkan ditanggapi. Karena biasanya kita sudah saling kenal dan sangat dekat. Kalaupun tak ada yang merespon chat kita, sedikit “drama” meminta balasan chat sepertinya asyik-asyik saja untuk dilakukan. Tokh dengan kawan atau sohib akrab ini. Mereka dan kita sudah sama-sama tahu karakter masing-masing, kan?

Kelima. Grup internasional. Grup yang isinya berbagai orang, budaya, negara, dan sebagainya. Biasanya grup ini berupa grup chat untuk belajar bahasa asing tertentu. Dalam grup seperti ini, kita harus mengikuti aturan grup dengan mempergunakan bahasa pengantar obrolan sehari-hari yang sudah disepakati bersama.

Jangan sampai kita asyik chat dengan kawan sesama negara dan mengacuhkan yang lain. Jika masing-masing lebih bersikap “chauvinisme”, maka bisa dipastikan gap akan mudah sekali muncul. Pengkotak-kotakan mudah muncul dan suasana grup takkan lagi kondusif. Tujuan utama mempelajari suatu bahasa asing bisa terlupakan.

Mengawal suatu grup yang terdiri dari beragam karakter memang tidak mudah. Akan munculnya gesekan-gesekan di saat bersosialisasi sangat mungkin terjadi. Diperlukan toleransi, rasa tenggang rasa, kedewasaan serta sifat bijak dalam menghadapi segalamacam karakter yang ada.

Yang perlu ditekankan adalah, berbalas komentarlah selama dalam hal-hal yang positif. Hindari gesekan yang bisa memunculkan konflik seminimal mungkin. Berlakukan diam itu emas bisa saja untuk di saat-saat tertentu.

Satu hal yang terpenting adalah, semua member harus saling berupaya menjaga ikatan silaturahmi dan komunikasi yang baik di dalam grup agar usia grup bisa berlangsung lama. Ciptakan rasa kebersamaan dan kehangatan agar setiap anggota merasakan keterikatan yang kuat. Tidak mudah tetapi tidak mustahil pula untuk dilakukan.

Kita dulu yang memulai berbalas komentar? Why not? Bukan ide yang buruk.

***

Rumahmediagrup/rheailhamnurjanah

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.