Kenangan dari Sejarah dan Peradaban Islam

Kenangan dari Sejarah dan Peradaban Islam

Rangkuman dari pembicaraan terkait dengan peradaban dan sejarah Islam, tentunya ini yang dimaksud adalah bicara tentang kebangkitan bersama, bukan orang per orang walaupun dalam setiap kurun ada seorang mujaddid (pembaharu) yang Allah hadirkan di setiap abad.

Terkait dengan Islam masuk ke Eropa dan belahan bumi yang lain, tentunya tidak lepas dari “perjuangan panjang” para tokoh yang terlibat pada masa itu.

Selat Gibraltar menunjukan bukti perjuangan hebat sahabat Rasulullah SAW, Thariq bin Ziyad. Konstantinopel adalah kenangan indah perjuangan Muhammad Al Fatih, yang disinyalir oleh para ulama sebagai pembuktian sabda Rasulullah SAW, “Sebaik-baik panglima dan sebaik-baik pasukan yang menaklukan Konstantin. Sejarah ini mengingatkan kita kembali tentang perjumpaan “seorang guru yang ikhlas dan murid yang ta’dzim” melahirkan Muhammad Al-Fatih yang legendaris.

Begitu juga dengan Cordova, Andalusia dalam puncak kejayaannya selama lebih dari 7 abad, melahirkan ribuan ilmuwan Muslim yang dikenang lintas masa, tentunya tidak lepas dari dinamika dan pertumpahan darah, sampai pada saatnya runtuh khilafah Islamiyyah di Baghdad.

Ketika kita telisik kembali tentang semua futuhat dalam sejarah peradaban Islam, kembali pada suatu hal, yaitu “sejauh mana kedekatan generasi itu pada al-Quran” . karena di situlah letak energi dan kekuatan suatu generasi, termasuk di dalamnya tentang peradaban umat-umat terdahulu yang dikisahkan dalam Alquran untuk menjadi ibrah (pelajaran).

Dan ketika kita melihat sejarah panjang umat Islam, maka zaman yang kita alami saat ini adalah kondisi yang rentan dan rapuh, di mana umat mudah terprovokasi dan diadu domba, dengan sesama muslim saling melemahkan dan mencurigai satu sama lain.

Tentunya upaya-upaya untuk menghadirkan kembali kenangan-kenangan kejayaan umat Islam terdahulu yang menghadirkan semangat umat Islam, hal inilah yang sangat tidak diharapkan oleh musuh-musuh Islam.

Di sinilah, kita berpacu dengan mereka dalam menumbuhkan generasi yang akan kita tinggalkan. Tapi in syaa Allah dengan hadirnya “guru dan orang tua yang ikhlas” dalam mendidik, akan lahir kembali Muhammad Al-Fatih baru pada masa ini, karena Alquranlah yang menuntun setiap gerak gerik kehidupannya.

Wallahu A’lam Bishowab

rumahmediagrup/wina_elfayyadh

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.