MENGIKAT BUKAN MENJERAT

Mengikat Bukan Menjerat

Hukum syara’ adalah seruan dari Sang pembuat syariat (Allah SWT) yang mengatur segala sesuatu perbuatan manusia dengan standar Al quran dan Sunnah. Aturan yang mengikat manusia agar tidak keluar dari kehendak pemilik hukum.

Keberadaan kita, manusia di bumi ini bukan tanpa sebab. Justru karena bersebab, Allah hadirkan kita. Sebab Allah adalah Sang Pencipta yang mengetahui detil produk ciptaaNya. Aturan-aturan komplek Allah sematkan pada produk itu. Benar, bahwa manusia adalah produk Allah dengan segenap aturan yang mengikat bukan menjerat.

Bersamaan dengan aturan itu kita menjalani kehidupan, memandang hidup dengan penuh optimisme, serius, realistis dan proposional. Dunia memang untuk diraih tapi tidak untuk menjadi tujuan. Jika bukan untuk tujuan maka ambil sekedarnya saja.

Setiap aturan yang Allah berikan kepada kita untuk menjaga produkNya dari kerusakan dan setiap aturan itu juga Allah berikan kemaslahatan.

“Dan tiadalah kami mengutus kamu (Muhammad) melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam” (TQS. Al Anbiya’: 107)

Iya, setiap aturan Allah itu mengandung maslahat atau manfaat tapi bukan sebab itu kita jalani syariat tapi atas dasar keimanan dan mengharapkan ridoNya. Hanya syara’ yang berhak menentukan manfaat dari setiap aturan yang Allah berikan. Meskipun riba terlihat baik dan bermanfaat di mata manusia tapi tidak dihadapan syara’ maka tinggalkanlah. Jika awalnya menutup aurat dengan kerudung dan jilbab membuat gerah dan panas, tetaplah bersabar untuk terus menggunakanya, meskipun sulit karena sudah terbiasa maka mulailah mengatur interaksi antara laki-laki dan perempuan tanpa batas dengan aturan sesuai syara’ karena itu cara Allah untuk menjaga kemuliaan dan kehormatan perempuan.

“Sesungguhnya jawaban orang-orang mukmin, bila mereka dipanggil kepada Allah dan rasul-Nya agar Rasul menghukum (mengadili) di antara mereka ialah ucapan. “Kami mendengar, dan kami patuh”. dan mereka Itulah orang-orang yang beruntung” (TQS. An Nur: 51) Karena sesungguhnya seorang muslim harus bersegera melaksanakan syariatNya. Hanya dengan pembinaan yang berkelanjutan Islam dapat terinstal di dalam dada kaum muslim, sebagaimana Rasulullah menginstal Islam di dalam dada para sahabat.

rumahmediagrup/firafaradillah

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.