Tema Konten Video yang Ciamik

Setiap pagi, spesialnya kita harus kuat, harus sehat dan super duper segalanya. Begitulah sensasi menjadi seorang pustakawan.

Mereka yang tidak pernah ataupun yang tidak pernah mau tahu, hanya bisa tersenyum nyinyir nan sinis.

Tetapi disinilah bedanya profesi pustakawan dengan profesi profesional lainnya di luar sana.

Kami bisa, bahkan dituntut harus serba bisa menjadi profesi apapun di dalamnya. Hmmm. Tarik nafas dalam-dalam, keluarkan pelan dan selalu mengucap syukur.

Let’s done.

Hari ini kamis manis. Siswa Kelas XII Multimedia 1 mendapatkan tugas dari gurunya. Harus dapat membuat konten sebuah video yang memiliki tema sesuatu yang misti sering terjadi di masyarakat.

Permasalahan yang sedikit unik, namun seringkali membuat hati merasakan sebal jika mengalaminya.

Disini, sebaiknya saya perkenalkan dulu nih, crew yang diberi tugas.

Sutradara / kameramen : Aldy Audian
Pemeran :
1. Fany Permana
2. Alwi Maulana Rizki
3. Irni Anggraini
4. Muhammad Sanjani Mushthofa
5. Haikal Insani Akbar

Mereka crew yang solit. Bagaimana mereka meracik bumbu pedas yang diperankan, dengan mengambil team konten video tentang budaya antri.

Saya hanya sebagai penulis, yang juga dikandidat menjadi pemeran pembantu oleh team ini, bahkan menjadi hiburan diminta sebagai seorang pemeran pembantu.

Peran yang apik. Dimana seorang pelaku antrian peminjaman buku di perpustakaan, ada yang iseng ingin menyerobot kawan yang di depannya.

Budaya antri saat ini memang kurang menjadi perhatian. Apalagi seorang pejabat terhormat sekalipun, bahkan justru selalu ingin didahulukan. Itu untuk skala besar.

Namun tak jauh berbeda dengan antrian kecil, yang adapula yang selalu curi kesempatan untuk dapat dinomorsatukan.

Kita sudah mahfum. Namun, sebaiknya kita dapat membagi kesadaran dengan yang lain, dalam taat aturan ketika sedang ikut mengantri.

Apa keuntungan bagi mereka yang paham akan aturan mengantri apapun jenis antriannya.

  1. Saling menjaga toleransi dalam mengantri. Artinya siapapun akan merasakan nyaman tanpa takut keduluan.
  2. Jujur dan sabar adalah pangkal dari taat aturan dalam antrian.
  3. Tidak ada konflik karena sama-sama menyadari akan posisi antrian.
  4. Hidup akan terasa indah bagai di surga, karena bisa saling memperingatkan yang lain ketika mengantri.
  5. Bisa lebih cepat selesai dengan sikap penuh kesabaran, sehingga antrian tidak memberikan suntuk.

Yuk, selalu kedepankan taat aturan, agar pelayanan yang ada di perpustakaan sekolah bisa dengan lancar dan nyaman berlangsung.

Tema konten Video yang ciamik, semoga semua bisa menjadi contoh untuk yang lain. Selalu jadi yang terbaik untuk membagi kebaikan ya…

Foto : dokumentasi pribadi

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.