Pentingnya Kencan dengan Salah Satu Anak Saja

Pentingnya Kencan dengan Salah Satu Anak Saja

Oleh: Ribka ImaRi

Mas Tyaga PTS hari Senin. Minggu siangnya kami pergi berdua saja dengan acara potong rambut dan lunch berdua saja. Cieeee … berdua bunda nih yeeee😆😆

Dulu bunda belum tahu ilmu parentingnya bahwa sangat dibutuhkan bahkan menjadi penting kencan berdua saja dengan salah satu anak.

Butuh banget nge-date dengan salah satu anak saja. Tapi sejak dulu, dalam hati memang sudah ada rasa ingin sesekali bahkan selalu berdua saja dengan mas Tyaga tanpa adik Jehan. Karena bunda merasa, mas Tyaga itu cinta pertama bunda.

Jadi sejak mas Tyaga punya adik Jehan di perut bunda, di usia yang baru 21 bulan, lalu adik Jehan lahir di usia mas Tyaga yang baru 2 tahun 5 bulan di Agustus 2014, kami sering nge-date berdua. Sekadar solat subuh berdua saja. Kemudian naik motor subuh-subuh, belanja ke tukang sayur atas. Andai sudah kenal tante Resty Avita Lamani kita meet up di tukang sayur.hahaha.

Selama perjalanan pergi dan pulang berkali-kali genggam tangan mas. Pulangnya masak di dapur berdua, puas bercerita banyak hal, berpelukan, tatap mata bilang bunda tetap sayang mas meski nanti ada dede lahir kita akan tetap punya waktu berdua saja. pokoknya so sweet berdua aja. Jadi anak merasa begitu berharga di mata orangtua.

Begitu juga dengan adik Jehan. Kalau mas Tyaga sekolah, kami nge-date berdua. Pergi kemana-mana berdua. Asik! Jadi punya cerita seru quality time berdua aja. Terekam di memori otak bawah sadar mas Tyaga dan Adik Jehan.

Demikian juga bersama ayah. Mas Tyaga dan adik Jehan sudah berkali-kali pergi berdua saja sejak keduanya berusia 2 tahun selepas ASI. Bunda yang berjuang melepas dan memberi kepercayaan buat seorang ayah dan kedua anaknya. Pergi berdua saja, mas Tyaga dan ayah sekadar solat jumat berdua atau berbelanja berdua dengan membawa secarik kertas daftar belanjaan titipan bunda. Adik Jehan pergi berdua ayah sekadar beli buah atau sarapan pagi.

Memang sengaja bunda setting supaya ada momen TJ bisa pergi hanya berdua salah satu orangtuanya. Apalagi bunda yang semasa kecil rasanya belum pernah merasakan pergi berdua saja dengan bapak. Melihat Jehan bisa mesra dengan ayahnya, rasanya benar-benar bersyukur luar biasa. Jehan punya memori indah cinta pertamanya dan sering bilang, “Cinta sama Ayah.”

Pun, dengan mas Tyaga, “Sayang sama Bunda.” Semoga terekam terus hingga dewasa kelak dan bisa jadi pegangan Tyaga dan Jehan saat mengenal kehidupan percintaannya kelak. Bisa selalu terbuka dengan ayah bundanya. Curhat bagai sahabat tanpa ada yang ditutupi. Sebagi pelajaran jangan sampai terulang masa lalunya ayah bunda yang pernah tidak terbuka sepenuhnya kepada orangtua.

Note: pakai kamera selfie depan, jadi makannya kesan kidal (tangan kiri) di hasil foto, aslinya pakai tangan kanan dong.

Kalau nge-date jelang ujian terinspirasi dari para mamak senior yang hebat Teh Wawang Yulibrata dan Mbak Reynilda Hendryatie. Terimakasih inspirasinya😘😘🙏🏻🙏🏻

rumahmediagroup/ribkaimari