Sebuah Renungan Di Tengah Maret

Sebuah Renungan Di Tengah Maret


Seiring pagi datang
Hembusan angin datang tiba-tiba
Tergesa membawa cerita

Ada nada duka
Tercekat di ujung kata
Saat kabarkan cerita
"Wabah sedang melanda"

Pandanganku melepas jauh
Mengingat barisan wajah
Yang pernah aku kenal

Sebaris pertanyaan pun muncul
Diikuti tanya-tanya yang mengekor
Tanpa henti
Tanpa jeda

Tanpa ada jawab terdengar

Benakku bermain dengan praduga
Apa yang sedang terjadi

Apakah Tuhan sedang marah?

Limpahan berkah terbuang sia-sia
Rizki mengalir tanpa pernah terpikir
Ketika ucap syukur tak lagi menghias doa
Berganti arogansi egosentris

Kita yang sudah buta
Kita yang sudah kufur
Kita yang sudah tak sudi rendahkan hati

Kita

Yang enggan sujudkan raga
Mengaku hina tanpa daya

Ini adalah pelajaran
Bagi mereka yang masih merasa

Ini adalah peringatan
Bagi mereka yang lampaui batas

Renungkanlah sejenak

Semoga benak yang keras akan melunak
Semoga kesombongan pergi dari hati

Redmi Note 8
Snapseed
Jakarta, Maret 2020






rumahmediagrup/masmuspoetrygraphy

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.