Melati Keabadian

Setangkup melati harum mewangi
Menguar bersama luruhnya rinai hujan di pelataran
Menghantarkan kesyahduan

Sepasang manik hitam miliknya berkaca-kaca
Kemudian perlahan jatuh berurai
Mengisyaratkan kedukaan yang mendalam

Perih merintih dalam keikhlasan yang dipaksa
Memandang sosok yang dicinta hanya terdiam dalam keabadian

Cinta terlanjur ia genggam
Namun, mengapa raganya harus menghilang?
Haruskah memeluk rindu dalam ketiadaan?

Harum melati menguar di antara derit rintihan hati
Perlahan ia pelajari arti sendiri
Merobek kenangan
Membunuh harapan yang tersemai

Setiap jiwa pasti akan merasakan mati
Setiap insan pasti akan sendiri
Qodarullah yang tak dapat dihindari

Terduduk lunglai dalam pelataran jingga
Memeluk nisan sambil berbisik
“Nantikan aku di syurga”

Taburan bunga melati telah mengakhiri
Teriring lantunan kalam Illahi Robbi
Terucap salam perpisahan yang abadi

Hanya kenangan manis dalam tangis
Menyongsong kerinduan yang tak bertepi

rumahmedia/lellyhapsari

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.