Membaca Pesan dalam Transkip Kualitatif

Sumber Gambar : http;//www.liputan6.com/

Membaca Pesan dalam Transkip Kualitatif

Pada umumnya, pesan adalah bagian dari komunikasi. Pesan yang disampaikan oleh informan harus dapat dianalisis. Apa yang muncul dari analisis tersebut? Tentu saja tema yang tersurat dari jawaban-jawaban informan.

Terdapat penekanan-penekanan jawaban informan pada berbagai topik, tempat dan waktu yang dialokasikan sehingga membentuk pada tema. Biasanya pesan yang disampaikan informan akan direkam oleh peneliti. Kemudian diteliti dan sebelumnya dituliskan dalam transkip rekaman kata perkata. Termasuk mencatat pada yang salah ucap, kesalahan tata bahasa, gaya bahasa informal, bahasa unik, atau bahkan berbagai suara yang terekam dalam percakapan tersebut.

Kontruksi selanjutnya adalah bagaimana masalah penelitian dapat ditemukan dari jawaban informan? Dibutuhkan sikap profesional dalam melakukan konstruksi analisis. Kontruksi ini menjelaskan pengetahuan peneliti dalam memahami transkip. Penggunaan kontruksi adalah untuk menambah makna ilmiah tertentu yang mungkin terlupakan dalam analisis. Oleh karena itu di samping transkip, dibutuhkan observasi mendalam agar peneliti mampu memahami lebih luas makna ilmiah dari transkip data.

Pemaknaan terjadi pada level-level kata, frase, kalimat, paragraf, bagian, ide atau elemen lainnya yang dirasakan peneliti sebagai hal yang penting atau relevan. Ketika menganalisis pesan dalam transkip, peneliti menggunakan level-level tersebut atau melihat kembali kontruksi konseptual pemikiran penelitian, yang sebelumnya dibuat sebagai peta berpikir.

Setelah menentukan beberapa level pada transkip, maka selanjutnya adalah pengembangan kategori. Ini sering dilakukan pada penelitian grounded theory. Namun bisa saja dilakukan pada pendekatan kualitatif lainnya jika dirasakan perlu untuk dilakukan. Kesalahan dalam membaca materi transkip, berimplikasi akan ketidaktepatan memahami pemaknaan. Artinya, proses induktif seluruhnya tidak menghasilkan temuan unik/khusus. Sehingga penting untuk memeriksa hasil transkip dan kemudian memeriksa temuan dengan seksama.

Memeriksa temuan pada transkip biasanya dilakukan proses koding. Proses ini biasanya membutuhkan ketelatenan, sabar dan fokus. Seringkali dianggap tidak menyenangkan bagi sebagian peneliti. Karena teks transkip sangat banyak halamannya, sangat rumit dan proses pilah pilih jawaban butuh detail dan cermat. Namun demikian, peneliti sering kali menemukan kepuasan jika sudah selesai melakukan koding ini. Sehingga ia dapat melanjutkan proses analisis. Coding dan analisis itu seperti merangkai puzzle hingga menjadi gambar yang bermakna.

Membaca transkip itu dilakukan secara induktif. Pendekatan induktif menjelaskan bahwa peneliti memulai dengan membenamkan dirinya sendiri pada tiap tulisan, kata, kalimat atau dokumen teks. Kemudian ia melakukan identifikasi dimensi tema yang bermakna dalam tiap pesan yang ia baca.

Dalam kondisi tertentu, hubungan antara teori dan pesan dalam teks melibatkan induktif dan deduktif. Namun, untuk mempresentasikan pandangan lainnya atau prosedur lainnya dengan cara jujur bahwa induktiflah yang sangat dibutuhkan oleh kualitatif. Kategori-kategori dalam induktif yang peneliti temukan akan menghubungkan kategori tersebut dengan sumber datanya. Karena transkip itu menggambarkan pengalaman-pengalaman informan, ilmiah, dan sebagai materi data.

Pada pendekatan grounded theory, teori yang akan dikontruksi berasal dari data. Kemudian, tugas peneliti adalah menyakinkan orang lain bahwa teori tersebut telah sesuai dengan kategori-kategori yang ia buat berdasarkan transkip hasil jawaban informan. Kategori-kategori yang ditemukan dalam pengujian data. Dan kemudian melibatkan ahli bidang ilmu tertentu untuk menguji terkait dengan kontruksi teori yang ia temukan.

Jika dalam tahapan membaca transkip ini terdapat kesulitan menemukan kategori atau tema, maka yang harus dilakukan peneliti adalah membaca kembali teks transkip. Secara hati-hati peneliti membaca dokumen teks baris demi baris, huruf demi huruf untuk membedakan konsep dan kategori yang sesui dengan data. Saat peneliti melanjutkan mempelajari teks pesan transkip, maka pastikan pertanyaan-pertanyaan yang telah dibuat pada instrumen wawancara akan menuntun peneliti. Pertimbangkan kembali cara pikir instrumen pertanyaan tersebut sebagai peta berpikir dalam mempelajari pesan transkip. Namun jika wawancara tidak terstruktur, maka peneliti harus mempelajarinya dengan seksama.

Selamat belajar membaca pesan dalam transkip! Sukses!

rumahmediagrup/Anita Kristina

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.