Wawancara Berkelompok

Sumber Gambar : http;//femina.co.id/

Wawancara Berkelompok

Apa yang dimaksud wawancara berkelompok? Bisakah dilakukan? Kelompok diartikan sebagai gaya wawancara. Pendekatan berkelompok ini diambil oleh peneliti jika peneliti ingin melakukan wawancara sekaligus berdiskusi. Kelompok yang berdiskusi akan mengedepankan kesadaran dan memuat karakteristik sosial budaya. Biasanya ini dilakukan pada usaha untuk mempelajari tentang biografi dan struktur kelompok budaya tertentu.

Salah satu jenis pertemuan dalam diskusi kelomok ini meliputi beberapa informan utama, yang biasanya menggunakan moderator sebagai fasilitator. Masalahnya adalah berkaitan dengan komplesitas ukuran kelompok, sehingga perlu dijaga agar tidak lebih dari 7 informan dalam satu kelompok. Demikian, kelompok terbesar akan terbagi dalam kelompok-kelompok kecil. Dan ini aka memudahkan untuk proses pengumpulan informasi.

Tugas moderator adalah menuliskan informasi dari informan yang berkenaan dengan topik penelitian. Keadaan diskusi terjadi dalam keadaan informal saja, agar lebih nyaman untuk informan. Pembicaraan jawaban atas informan dibiarkan mengalir secara bebas, sehingga tingkah laku, sikap dan pendapat mereka tetap konsisten dan jujur. Pengumpulan informasi yang dikemas dala diskusi kelompok ini dimaknai sebagai proses yang menjunjung tinggi kualitas data. Jadi, diskusinya harus serius namun dikemas dalam situasi yang nyaman.

Ketertarikan kelompok pada topik penelitian harus dijaga oleh peneliti. Keberadaan sebuah topik penelitian belum pasti akan menjadi menarik bagi orang lain. Apa yang menarik bagi peneliti?, bukan berarti menarik bagi informan. Subyek yang menjadi informan tidak memikirkan strategi jawaban dalam koleksi data peneliti. Memikirkan bagaimana jawaban yang mengantarkan untuk menguraikan pertanyaan penelitian adalah kewajiban peneliti. Kelompok orang yang menjadi informan hanya kemungkinan menjawab dengan baik. Peneliti bertugas untuk memudahkan proses pengumpulan dan sekaligus analisis data tersebut. Kemudahannya salah satunya melalui beberapa sesi diskusi kelompok.

Pengaturan kelompok kecil dalam sesi-sesi perlu dilakukan peneliti. Pengaturan yang sederhana dan tidak membebani informan. Menemukan kelompok kecil dalam satu sesi akan mempercepat proses pengumpulan data/informasi. Rencana pengumpulan data memasukkan rencana pembentukan kelompok kecil dan jadwal pengaturan waktu wawancara. Mempertemukan orang-orang pilihan sesuai dengan karakteristik informan yang dibutuhkan penelitian.

Ingat ya, mereka adalah kelompok-kelompok informan yang dinamis. Interaksi antar anggota kelompok mendorong diksusi menjadi menarik. Reaksi jawaban dan pendapat anggota kelompok akan dapat dijadikan data juga. Jadi, informasi data ini bukan hanya kalimat-kalimat yang muncul di dalam jawaban, namun juga reaksi atas pendapat antar anggota kelompok yang muncul. Dinamisnya kelompok dapat diartikan sebagai sinergitas kelompok. Hasil dari sebuah sinergi yang menuntut informan untuk berpartisipasi. Bertukar pikiran secara kolektif antar anggota kelompok. Sehingga ide, isu, topik dan solusi dapat dihasilkan sebagai data.

Keuntungan jika dikaitkan dengan kelompok wawancara sebagai strategi pengumpulan data yaitu:

  1. Penghematan waktu
  2. Observasi atas interaksi anggota kelompok dapat dilakukan
  3. Peneliti lebih mudah untuk mengetahui subtantif pengalaman dan perilaku informab secara langsung
  4. Hasil pengumpulan data lebih cepat
  5. Biaya yang lebih murah

Jadi dalam sistem kelompok ini, memberikan elemen yang sama dengan wawancara tatap muka satu persatu infoman. Namun, pada kualitatif yang menjelaskan pengalaman individu secara detail seyogyanya tidak menggunakan kelompok diskusi. Normatifnya, kelompok diskusi ini digunakan untuk penelitian yang mencari solusi bersama, misalnya studi kasus. Di sisi lain, kelompok wawancara ini tidak menawarkan informasi sedalam-dalamnya. Biasanya bersifat semi struktur yang panjang. Cara interaksinya antar anggota kelompokpun hanya ditujukan sebagai jawaban dalam kelompok tersebut. Dimungkinkan berbeda interaksinya jika dilakukan wawancara secara individu.

Kemampuan mengamati interaksi selama diskusi dalam satu sesi diskusi menjadi hal penting bagi peneliti. Mengamati informan yang berinteraksi dan berbagi pengalaman akan memunculkan perilaku yang spesifik dan peneliti dapat melakukan penyelidikan atas hal tersebut. Namun, gaya wawancara tradisional yaitu tatap muka secara sendirian memang menghilangkan interaksi secara detail. Perilaku antar informan tidak terlihat secara langsung.

Dalam berbagai pendekatan, karakteristik interaksi akan kuat jika diskusi dalam wawancara kelompok ini memberikan respon spontan dari tiap informannya. Saling mendengarkan jawaban, merespon atas jawaban tersebut. Dan seterusnya. Makna atas jawaban-jawaban yang muncul, bisa jadi terbentuk secara bersamaan. Identitas alamiah informan akan tergambar sebagai data.

Semoga bermanfaat.

rumahmediagrup/Anita Kristina

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.