Dalam Balutan Kesetiaan

Dalam Balutan Kesetiaan

Jika cinta dijatuhkan pada mata, akan cepat memudar kala sudah bosan dengan pandangan. Jika cinta dipilihkan pada kata-kata, akan segera berlalu saat sudah tak ada lagi cadangan mengungkap rasa. Cinta tak akan pernah datang di waktu yang salah. Cinta akan hadir ketika hati yang bicara, merasa, dan saling terikat.

Cinta menghadirkan bahagia, bukan mendatangkan derita. Cinta memang butuh pengorbanan, tapi masih dalam taraf kewajaran. Cinta mengajarkan banyak hal yang bisa membuat lebih baik.

Bercerita tentang cinta takkan pernah ada habisnya, karena cinta yang datang pada setiap insan, tentunya berbeda-beda caranya, berbeda pula menyikapinya.

Seperti itu pula cinta menyapa perempuan yang sudah berusia senja, bernama Nurmalita. Di sisa hidup yang tinggal menghitung hari, ia hanya tinggal sendiri bersama assisten rumah tangganya yang sudah setia menemani selama dua puluh dua tahun.

Ia tak pernah mau menikah, tak ingin menjalin hubungan dengan lelaki mana pun. Kesetiaannya hanya untuk lelaki yang pernah singgah di hatinya, dua puluh lima tahun yang lalu. Pramudya, lelaki yang telah menjadi tambatan hati seumur hidup, tak bisa terganti meski paksaan dan cacian mendera.

Keluarganya yang ningrat dan bergelimang harta,selalu memandang status sosial sebagai derajat tertinggi. Saat lelaki pemilik toko bunga kecil menawarkan cinta dan disambut hangat oleh Nurmalita yang mendamba cinta sederhana dari Pramudya, ia pun sudah menjatuhkan hati, menerima dengan rela jika cinta yang hadir mengisi seluruh hatinya yang sepi.

Nurmalita tak bisa berpaling. Cintanya sudah tertambat jauh mengisi hingga ke relung-relung hati. Meski sejak saat itu, kala ayahnya tahu hubungan Nurmalita dan Pramudya, lalu memisahkan mereka dalam jarak ribuan kilo.

Menempatkan Nurmalita di belahan bumi Amerika, satu-satunya tempat yang tak akan mungkin dijamah Pramudya, dengan melihat kondisi ekonomi yang serba sederhana.

Nurmalita tinggal sendirian. Jauh dari keluarga, jauh dari kekasihnya yang begitu ia cinta. Tak ada yang mau mengerti. Tak ada yang bisa memahami. Ia seolah diasingkan atas kesalahan karena ia jatuh cinta terhadap lelaki sederhana seperti Pramudya.

Jika cinta seperti itu dianggap salah, biarkan ia salah dalam pemikiran orang tua Nurmalita yang menjunjung tinggi derajat dan status sosial. Jangan biarkan cinta itu berubah makna, karena cinta tak pernah memilih akan pada siapa ia berlabuh.

Cinta Nurmalita lebih dari sekadar perasaan jatuhnya hati dan jiwa terhadap seorang lelaki sesederhana Pramudya. Hingga ia memilih untuk tetap sendiri hingga renta menggerogoti sisa usia.

Ia tak pernah peduli dengan omongan keluarga tentang pilihannya. Setia menjadi pilihan hidup yang ia jalani dan ia tak pernah menyesal akan keputusannya.

Nurmalita tampak tersenyum dalam derita berkepanjangan. Ia genggam setangkai mawar putih kesukaannya yang biasa diberikan Pramudya dulu. Di taman belakang, ditumbuhi mawar putih dalam pot-pot yang ia rawat dengan penuh kasih sayang. Sisa-sisa kenangan itu yang selalu mengingatkannya pada lelaki yang telah mengajarkan arti cinta.

Perempuan dengan senyum penuh ketenangan itu kini telah menemukan kedamaian yang sesungguhnya. Dengan harapan akan bertemu kembali sang kekasih pujaan di dunia yang tak ada siapa pun menentang dengan alasan status sosial. Ia pergi membawa segenap cinta dalam hati yang dibawa sampai embusan napas yang terakhir.

Dari cinta aku menemukanmu dalam balutan kesederhanaan
Dengan cinta kau ajarkan aku tentang segenap rasa suci
Cinta begitu indah dalam jubah kesempurnaan yang tertaut menjadi satu
Hati yang gersang, jiwa yang sepi, menjadi ladang penuh bunga warna-warni
Hiasan dari berbagai komposisi tercipta
Menjadikan mahakarya yang membahana
Cinta tak pernah salah
Cinta datang dengan caranya yang indah
Bahagia bisa mengenal dan mencintai lelaki sederhana
Seperti mawar putih, seputih itu cinta dalam hati
Seperti siang dan malam, seperti itu kesetiaan menjadi pilihan
Dalam damai harapan itu selalu ada
Bisa kembali dipertemukan dalam jalinan kasih
Menuntaskan rindu yang selama ini bersemayam di jiwa
Mengurai tawa bahagia dalam dekap penyatuan
Selamanya cinta yang luar biasa

rumahmediagrup/bungamonintja

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.