Distance Learning

Distance Learning

Ada hikmah di balik musibah. Kita tak bisa memungkiri itu. Sebagai umat muslim kita harus meyakini bahwa apa pun yang terjadi adalah takdir dari Allah SWT.

Namun, dilihat dari perspektif ilmu fiqih, perlu diperhatikan usaha apa saja yang perlu kita lakukan yang berdampak positif dan negatif. Usaha yang berdampak positif perlu dilakukan dan yang sebaliknya perlu ditinggalkan. Ini adalah kaidah umum yang harus jadi pedoman, termasuk dalam hal menyikapi virus corona.

Salah satu upaya yang dilakukan untuk memutus mata rantai penyebaran virus ini adalah kebijakan pemerintah untuk belajar dari rumah, bekerja dari rumah, dan beribadah di rumah.

Hal ini pun sudah diajarkan rosulullah dalam hadits yang sudah cukup masyhur:

إِذَا سَمِعْتُمْ بِالطَّاعُونِ بِأَرْضٍ فَلاَ تَدْخُلُوهَا، وَإِذَا وَقَعَ بِأَرْضٍ وَأَنْتُمْ بِهَا فَلاَ تَخْرُجُوا مِنْهَا

Artinya: “Jika kamu mendengar wabah di suatu wilayah, maka janganlah kalian memasukinya. Tapi jika terjadi wabah di tempat kamu berada, maka jangan tinggalkan tempat itu.” (HR Bukhari)

Menyikapi hal tersebut, Sinar Cendekia sebagai lembaga pendidikan pun turut mendukung dengan segera membuat surat keputusan agar seluruh siswa belajar dari rumah termasuk gurunya melakukan work from home dengan melakukan distance learning.

Bagi saya sendiri, distance learning bukan hal yang baru karena di tahun 2012 pun sudah pernah saya lakukan. Bedanya, dulu muridnya berada di Jepang dan Korea sedangkan sekarang siswa berada di rumah masing-masing.

Semuanya mengandalkan kuatnya sinyal internet, karena di tempat saya sekarang sinyal internet kurang bagus ternyata berefek pada suara yang terdengar bergelombang oleh siswa, pun saat saya menayangkan sebuah film pendek ternyata kurang lancar dan anak-anak mengeluh kalau gambar filmnya lebih banyak diam tak bergerak.

Jika dulu saya masih menggunakan aplikasi wiziq dan skype, sekarang sudah lebih banyak aplikasi yang bisa dipakai tentunya pasti ada plus dan minusnya. Misalnya saja google classroom dan untuk conference-nya bisa pakai zoom cloud meetings, google meet, dan tentunya masih banyak aplikasi lain yang bisa dimanfaatkan untuk proses belajar jarak jauh ini.

Jadi, dengan kecanggihan teknologi saat ini, tidak ada lagi istilah belajar terkendala karena jarak toh bisa dilakukan dengan memanfaatkan laptop atau handphone yang selalu berada dalam genggaman tangan kita.

Selain itu, untuk setoran hafalan bisa video call dengan berbagai aplikasi yang pasti tetap bisa tatap muka walapun terkendala jarak yang ada.

Untuk mensukseskan program ini diperlukan kesabaran dari semua pihak. Semua pasti membutuhkan adaptasi. Insya Allah kalau orang tua, siswa, dan guru menjadi tim yang kompak program distance laearning akan sukses.

rumahmediagrup/wina_elfayyadh

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.