Kepanikan saat Covid-19 melanda

Semua merasa panik, termasuk saya dan kelurga besar. Kami banyak yang hidup di perantauan, ada yang tinggal di Palembang, Batam, Pangkalan Kerinci, Medan, Jakarta dan Bandung yang paling dekat adalah di Padang dan Batusangkar, masih dalam wilayah provinsi Sumatra Barat. Saat berita tentang virus Covid-19 ini telah memasuki kawasan Indonesia tercinta, rasa cemas itu tidak bisa lagi disembunyikan, ditambah lagi dalam jangka waktu yg tidak terlalu lama, wabah itu mulai merebak dan telah menambah jumlah orang yang terinfeksi bertambah dari 2 orang menjadi puluhan bahkan sampai hari ini menjadi ratusan yang sudah positif. Hati ini mulai tidak tenang karena adik kandungku berada ditengah-tengah kota besar yang jumlah penyebaran serta yang paling banyak positif Covid-19 disana yaitu tepatnya di Jakarta.

Kami sekeluarga sudah mengambil keputusan mendadak agar adikku pulang dulu ke Padang sebelum keadaan tambah memburuk. karena aktifitasnya selama di Jakarta hanya menunggu hasil CPNS keluar sambil melamar kerja di beberapa perusahaan. karena situasi tidak lagi memungkinkan, pada tanggal 15 Maret 2020 yang lalu, adikku yang di Tanjung Pinang langsung memesankan tiket pesawat buat adikku Dona menuju Padang. Alhamdulillah Dona sudah berada di kampungku sekarang berkumpul dengan Mama dan beberapa orang adikku. Walaupun Dona sudah dirumah berkumpul dengan Mama dia langsung masuk dalam kategori ODP (Orang Dalam Pengawasan), kebetulan adikku yang nomor 2 adalah juga berprofesi sebagai Tenaga medis, dia bertugas di rumah sakit sebagai kepala ruangan Bedah. Alhamdulillah kondisi Dona sehat dan tidak menunjukkan gejala apapun.

Kecemasan kami masih belum mereda sampai sekarang. Adikku yang nomor 3 juga berprofesi sebagai Tenaga medis di bandung, dia diberi tanggung jawab untuk memantau masyarakat yang masuk kedalam kategori PDP (Pasien Dalam Pengawasan). Pasien tersebut dipantau kerumahnya setiap hari selama 14 Hari, padahal dia punya 2 orang anak balita, tetapi karena tugas dan sumpah jabatannya dia harus melakukan hal tersebut sekaligus memberikan penyuluhan kepada masyarakat karena berkenaan tugasnya sebagai tim medis dibidang kesehatan Masyarakat

Saat ini hanya doa dan usaha mengisolasi diri kita masing-masing yang bisa dilakukan agar tidak tertular atau menularkan penyakit yang disebabkan oleh Covid-19. Semoga kepanikan ini cepat usai dan hanya kepada Allah kita bisa memohon dan meminta pertolongan, semoga wabah ini cepat teratasi.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.