PERTEMUAN KESEMBILAN

“Om, kita jalan ke mana?” tanya saya mengawali pembicaraan.

“Terserah, yang penting mesin enggak mati” balasnya ringan.

Duh, kata terserah itu terkadang maunya di sandingkan dengan kata lain, kok chemistry nya enggak dapat ya? Iya, dianya hanya mau dicomblangin dengan kata bingung. Duh, saya bukan anak jalanan. Lantas mau ke mana?

Baiklah, saya pun menyalakan mesin dan sesuka hati juga persneling dipindahkan. Kata Om dimulai dari satu, kemudian dua agar lebih stabil. Kalau kecepatan sudah mau di angka tiga ketika dilihat dari spidometer ya, pindah gigi 3. Perempatan, pertigaan alhamdulillah aman terkendali. Jantung sayalah yang masih perlu beradaptasi dengan denyutannya yang tak karuan bila memegang kendali.

Saya pun masih sadar sesadarnya apa saja kekurangan yang ada di dalam diri ini. Iya, apa lagi kalau bukan setengah kopling yang masih menjadi PR dan perhatian. Meskipun perhatiannya enggak sebesar si Corona. Terkadang setengah koplingnya jadi namun, di saat suasana panik, macet karena pelakunya saya eh, malah hilang kendali. Rasanya pengen nangis, menghilang kayak om jin, tapi aku bukan anak kecil apa lagi si Jinny. Jadilah dibawa happy aja.

Sesekali saya meminta izin untuk memasuki sebuah lorong kecil nan sempit yang punya sejarah dalam memori. Bukan sejarah sama mantan ya? Tetapi sama mantan pekerjaan. Naik level dikitlah kalau bicara soal mantan. Ups, hehe..

Di dalam hati saya berharap Om pelatih bisa sesekali membantu, mengarahkan karena sudah beberapa menit keringat belum juga jatuh berguguran. Iya, pertanda adrenalin banjir dikuasai campuran takut, berani dan harus pegang kendali. Bukan jantungan, naudzubillah.

Akhirnya lorong sempit berhasil dilewati, kemudian berlanjut ke tanjakan yang didepannya terdapat dua jalur yang sangat sibuk dengan kendaraan yang lalu lalang bila terus dipelototin.

Alhamdulillah, berkat tipsnya mobil tak mati namun, kaki yang harus benar-benar belajar membersamai.

Dari sini saya belajar, bahwa tak ada yang mudah dalam hidup ini. Namun, bukan berarti beragam kesulitan tak bisa kita taklukkan. Iya, kan? Kayak naklukin hati komandan. Hahoyyyy…

Intinya, terus berlatih, berani belajar dan bangkit agar misi terealisasi. Layaknya kisah seru Astro Boy, Astro Kitty dan Shuzu yang terus menjalankan misi. Masya Allah sebuah perjalanan yang sangat inspiratif bagi saya bisa belajar mengendarai mobil.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.