Rayu Allah Dengan Ketaatan

Sebut saja namanya Ari, dia adalah salah satu teman saya. Dia termasuk orang yang sangat sibuk. Pengabdiannya kepada Negara membuatnya lupa akan pentingnya kehadiran seorang wanita. Hingga ia sadari ternyata umur sudah semakin tua, orang tua sudah sering kali bertanya kenapa belum memutuskan siapa yang akan menjadi pendamping hidupnya.
Suatu hari ia menghubungi saya,

“Assalamualaikum Vit, gimana kabarnya?”

Waalaikumussalam, Alhamdulillah baik mas. Ada apa nggih kok tumben?

“Kenalin dong Vit sama temen perempuan kamu.”

Hehehehe, temen yang gimana mas, yang mau diajak pacaran atau langsung nikah? Kalau yang mau diajak pacaran aku nggak ada.

“Yang shalehah, baik ilmu agamanya, bagus bacaan qur’annya.”

Emang mas Ari mau nikah kapan?

“Kalau bisa ya secepatnya Vit.”

Secepatnya kapan mas?

“Bulan depan Vit.”

Karena pada saat itu stock sahabat perempuan saya yang jomblo kosong. Saya hanya memberi saran, rayu Allah dengan ketaatan, sholatnya diperbaiki, kerjakan diawal waktu dan usahakan berjama’ah di masjid, dhuha, tahajud ditegakkan, sedekahnya dilimpahkan, jangan lupa adab sebelum berdoa:

  • Pada waktu yang mustajab untuk berdoa
  • Menghadap kiblat dan mengangkat tangan
  • Awali berdoa dengan memuji Allah
  • Bershalawat kepada Nabi Muhammad shallallahu alayhi wa sallam
  • Lantunkan doa dengan suara lirih
  • Berdoalah dengan khusyu’, merendahkan diri dan penuh harap
  • Yakini dan mantapkan dalam hati bahwa Allah Subhana wata’ala akan mengabulkan
  • Mengulang-ngulang doa dan merengek-rengek dalam meminta

Belum genap satu bulan mas Ari menghubungi saya, memberi tahu bahwa ada temannya yang sudah lama tidak ada kabar tiba-tiba menghubungi dan memberikan sebuah foto seorang perempuan cantik nan anggun dengan gamis dan jilbab lebarnya.

Yang biasanya dia tidak tertarik dengan gadis pilihan teman-temannya entah kenapa kali ini ia tertarik dan ingin mengenalnya lebih dekat. Singkat cerita, satu bulan kemudian mereka menikah.

Maa syaa Allah, itulah kuasa Allah. Dia melihat kesungguhan mas Ari, dari caranya merayu Sang Pencipta hingga ia pantas untuk menerima apa yang dia pinta. Innaka Laa Tukhliful mi’ad, Allah tidak akan pernah ingkar janji. Tidak sulit bagi-Nya untuk mengabulkan setiap doa dari hambanya.
Allah yang telah menciptakan langit dan bumi, Ia tidak pernah merasa lelah ataupun kesulitan dalam mengurus bumi dan seluruh isinya.

Lantas masikah kita berfikir bahwa Dia tak mendengar doa kita? Kawan, tidak semua doa langsung Allah kabulkan, kita harus sabar dalam menanti terkabulnya doa. Tetap berbaik sangka kepada Allah. Jangan berputus asa. Yakinlah untaian doamu di penghujung malam akan Allah kabulkan tepat pada waktunya.

By: rumahmediagrup/vita

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.