Warisan dan Kematian: Review Buku The Eye of Horus

Warisan dan Kematian: Review Buku The Eye of Horus

Judul               : The Eye of Horus

Penulis             : Zhaenal Fanani

Penerbit           : Salsabila

Tahun Terbit    : 2015

Halaman          : 415 halaman

“… tidak semua yang kaupikirkan bisa menyelesaikan masalah jika kau meninggalkan Tuhan.” hlm.130.

Ya, seberapa seriusnya kita memikirkan sebuah solusi namun ketika kita lupa akan keberadaan Tuhan, maka semua itu adalah nonsense. Hidup di dunia memang penuh dengan permasalahan, tak ada satu keadaan pun yang benar-benar damai. Tak ada satu tempat pun yang akan selalu memberikan kesejukan. Dari awal, kita sudah dituntut untuk menyelesaikan segala sesuatu yang tengah kita hadapi, termasuk sebuah masalah yang sangat pelik. Namun semua masalah yang ada di dunia ini mampu dipecahkan jika kita mau berusaha dan tentunya dengan tidak menuinggalkan Tuhan.

Terkadang kita terlalu egois untuk memecahkan segala masalah yang kita alami hanya dengan kemampuan kita. Terkadang kita melupakan bahwasanya Tuhan akan selalu membimbing kita, tapi terkasang kita abaikan semua itu. padahal sebenarnya Tuhan adalah mata batin kita, sebuah cahaya yang sering kita tiadakan keberadaannya. Padahal ia adalah sebuah kunci yang akan mengantarkan kita menuju sesuatu yang kita inginkan. Namun sayang, tak banyak dari kita yang tahu tentang Tuhan namun lupa akan keberadaannya.

The Eye of Horus, sebuah novel konspirasi yang akan membawa kita menuju sebuah dunia yang luar biasa berbeda, menuju sebuah dunia mistis, yang akan menuntun kita pada sebuah pemikiran baru, tentang pergolakan antara sains dan mistisisme.

Membaca buku ini membuka wawasan baru yang tak pernah kita tahu. Penulis sengaja mengajak kita pada sebuah budaya pra islam, bahkan pra kristen. Sebuah kepercayaan yang masih sangat kental dengan kekuatan supranatural, The Eye of Horus.

The Eye of Horus adalah sebuah peninggalan kebudayaan Mesir, warisan bangsa Mesir sejak zaman lalu. Mata Horus adalah sebuah simbol tertinggi bangsa Mesir kuno. Yang mana dalam mitologi mesir, Horus adalah dewa matahari yang memiliki mata kanan berwarna putih yang melambangkan matahari dan mata kiri berwarna hitam yang melambangkan bulan. Namun ia kehilangan mata kirinya dan ditemukan thot, seorang dewa sihir dan kebijaksanaan untuk melahirkan kembali ayahnya. Dan sejak saat itulah mata horus dijadikan sebuah lambang perlindungan dan penyembuhan. Namun sejak kejayaan Nesir kuno, mata horus ini menjadi sebuah kepercayaan mistik kekuatan gelap. Sehingga ia dicari berbagai kolektor untuk mencapai tujuannya. Mata horus ini ditemukan pada makam Tutankhamun, raja dinasti Mesir ke-18.

Mata Horus ini adalah sebuah warisan yang sudah dijaga sejak berabad-abad lama dan kini sudah berada di tangan seorang gadis berusia 10 tahun, Sheba. Awal mula dari sebuah bencana, seorang gadis yang tak tahu apa-apa tentang warisan tersebut harus menjaganya agar tak sampai jatuh ke tangan orang lain. Namun siapa tahu di malam ia menerima hadiah ulang tahun yang kesepuluh, ayahnya tertembak mati oleh seorang yang bernama Mahmoud el Khateb, dan warisannya pun hilang tanpa jejak.

Sejak sat itulah bersama dengan Zaxnaby, Sheba kembali bangkit. Ia belajar berbagai bahasa, kebudayaan, mistisisme dan segala yang mungkin berhubungan dengan Mata Horus. Namun sepuluh tahun berlalu tanpa ia tahu siapa pembunuh ayahnya. Ia bahkan sampai melakukan sebuah kebodohan, dengan melakukan sesuatu kegiatan layaknya para penganut mistisisme Mesir kuno, layaknya seorang dukun untuk menemukan petunjuk keberadaan pembunuh ayahnya.

Namun hari-hari berlalu seperti biasanya tak ada satu petunjuk pun, yang ada hanyalah berita pembunuhan dua hakim agung yang menghebohkan Washington D.C.

rumahmediagrup/afhermanda

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.