Curhat seorang mantan kepadaku_Bagian 1

rumahmedia/sriyamini_bandungKetika seseorang berusia muda belia,boleh dikatakan masa remaja. Tentunya tidak luput dari perhatian orang tua. Baik itu study,sikap dan tingkah lakunya. Demikian juga kerohaniannya. Orang tua senantiasa fokus pada hal-hal tersebut. Terlebih masih remaja, karena dikhawatirkan sang anak salah dalam pergaulan. Ketika itu usiaku 20 tahun dan dia baru kelas 1 SMP. Namun sekalipun demikian dia begitu dewasa dalam bersikap. Saat itu aku mulai berpacaran dengannya.

Aku tertarik padanya, bagaimana caranya akut takut ditolak. Akhirnya aku memberanikan diri mengungkapkan isi hatiku melalui surat yang kutitipkan kepada salah satu adiknya. Yang bernama Dede, De…tolong sampaikan surat ini buat kakakmu yah. Akhirnya diapun menerima dan membaca isi suratku itu. Lalu dia merespon menerima cintanya. Alangkah senangnya hatiku saat itu.

Pacaranpun terjadi aku begitu senang dan bahagia saat berpacaran dengannya. Cinta begitu indah yang kurasakan, begitu tulus sekalipun banyak rintangan atau cobaan tak menjadi halangan bagiku. Saat itulah cintaku padanya begitu menggebu-gebu. Seolah-olah dunia ini milik kita berdua. Sedangkan yang lain ngontrak kepadaku he…tak ada rasa malu ketika aku dan dia ngobrol di luar/pergi yang jauh untuk memadu kasih.

Sampai orang tuanya mencari-cari dan menanyakan ke tetangga, kemana mereka pergi ??? Waktu demi waktu kuhabiskan bersamanya. Sering ngobrol berdua,bercanda,pergi berdua penuh sukacita. Sekalipun aku tak pernah datang kerumahnya. Karena takut dimarahi atau diomelin oleh orang tuanya(bapak). Karena maklumlah masih remaja. Aku pacaran selalu di luar rumah. Jika tidak bertemu sehari hatiku mulai resah. Serasa sebulan lamanya, maklum cinta pertamaku saat itu.

Aku begitu dekat dengannya tanpa memikirkan tentang masa depan. Ke jenjang selanjutnya tanpa memikirkan kita berbeda keyakinan (agama). Yang terpenting bagaimana kita melepas rindu denganmu. Tak pernah memperdebatkan soal keyakinan,tak pernah membicarakan masa depan hubungan dengannya.Aku tak berani karena takut hubungannya putus. Pertemuan dengan sosok gadi situ bisa membuat diriku begitu bahagia. Kedekatanku saat itu sampai 2 tahun lamanya.sekalipun saat itu sering dilakukan di luar rumah. Kucing-kucingan sama orang tuanya.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.