Lima Panduan Bagi Orang Tua Kala Menjadi Guru di Rumah

            “Mah, udah bosan di rumah nih. Kapan berangkat sekolah?”

“Ih, mama galak banget. Aku mau sekolah saja!”

Teman, pernah lihat kan meme yang isinya ungkapan para siswa yang memilih untuk bersekolah dibanding belajar di rumah? Sungguh miris ya, tapi ini nyata.

Pandemic Covid-19 membuat pemerintah mengeluarkan kebijakan stay at home sehingga, mau tidak mau siswa belajar di rumah melalui daring atau online. Kebijakan ini guna memutus rantai penyebaran covid-19 ini. Namun, yang terjadi justru anak-anak lebih enjoy berada di sekolah dibanding belajar di rumah.

Seminggu berlalu, sepertinya para orang tua perlu mencharge amunisi untuk membuat pembelajaran yang aktif, inovatif, kreatif, efektif, dan menyenangkan kala stay at home. Ada baiknya jika kita sebagai guru, perlu juga memotivasi para orang tua agar makin semangat mengelola pembelajaran di rumah. Bagaimana caranya? Simak ya, Teman

Pertama, kenali hobi atau kesukaan anak. Kemudian kaitkan hobi atau kesukaan ini dengan cara belajar anak. Misal, jika anak penyuka chanel youtube, maka ajak anak untuk mempelajari materi pelajarannya melalui video (Visual). Walaupun guru tidak memberikan materi berupa video, tapi orang tua sebisa mungkin mencari sumber visual tersebut.

Kedua, pintar mengatur waktu belajar bagi yang mempunyai anak lebih dari satu. Sebenarnya belajar di rumah atau di sekolah sama saja. Artinya, ada jam belajar yang ditentukan oleh orang tua dengan anak, misal waktu belajar antara jam 13.00-16.00 untuk si sulung, kemudian pagi hari untuk si tengah, sore untuk si bungsu. Anak-anak usia kelas 5 SD ke atas  diajarkan untuk belajar mandiri, artinya orang tua  tidak full membersamai belajar.

Orang tua dan anak juga harus memilah kegiatan rutin yang bisa dilakukan di luar jam belajar yang telah disepakati (misal setoran hapalan Alquran bisa dilakukan sembari menunggu guru memberikan materi daring). Di luar jam belajar yang telah disepakati, anak boleh mengerjakan hal lainnya.

Ketiga, sebelum memulai belajar, ajak anak-anak untuk melakukan olahraga bersama, sekedar bermain bola di halaman rumah atau senam bersama. Gunanya agar badan tetap fresh sebagai upaya menstimulus imunitas tubuh.

Keempat, ajak anak untuk membuat sarapan bersama. Sesekali biarkan anak ikut mengiris, memarut, menggoreng dll. Sebuah kesempatan mengenalkan dunia perdapuran bagi anak perempuan maupun laki-laki. Walau hasilnya tidak sesuai harapan, maklum ini kan pengalaman pertama mereka.

Kelima, lakukan dengan bahagia semua kegiatan bersama anak. Enjoy the days with children. Karena percayalah momen bersama anak takkan terulang untuk kedua kalinya. Jika keluhan orang tua masih berlanjut, hubungi guru kelas anak untuk saling sharing agar mendapat solusi terbaik atau minimal ita punya tempat bercerita. Yuk, semangat membersamai anak di rumah!

rumahmediagrup/nurfitriagustin

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.