Corona Obat Hati Yang Hampa

Corona Obat Hati Yang Hampa

Saat ini kita dihebohkan dengan Covid-19. Kehadirannya membuat semua mata terpana. Ia berhasil mengguncangkan rasa takut dalam jiwa.

La Tahzan, jangan bersedih kawan. Jadikanlah wabah ini sebagai wadah untuk memperbaiki diri, sebagai sarana untuk terus mendekatkan diri pada Sang Illahi. Mari kita gunakan waktu luang yang sudah pemerintah terapkan untuk kegiatan yang produktif. Ampun ngeyel (jangan cari alasan), isilah waktu kosong untuk menolong, sedekahkan harta untuk memberantas corona, bermanfaatlah bagi sebanyak mungkin umat.

Jika kita sebelumnya menjadi hamba yang jangankan ta’at, sholat saja tak sempat, jangankan sedekah mengeluarkan untuk diri sendiri saja ogah. Yang tanpa kita sadari, kita telah menjadi manusia yang pelit, sedekahnya sedikit, ibadahnya diirit-irit, yang penting tabungan selangit.

Sahabatku, sudah waktunya kita bangkit. Mari kita segerakan taubat sebelum terlambat. Sudahi kesombongan diri yang menganggap kita tak butuh Tuhan sama sekali, kita terlalu songong, merasa mampu meraih segalanya sendiri tanpa harus berdoa dan meminta, kita terlalu percaya diri, merasa mampu berdiri dengan kaki sendiri tanpa harus diiringi ibadah kepada Sang Illahi Rabbi, kita menjadi manusia sombong yang tak pernah menengadahkan tangan untuk berdoa, seolah kita tak butuh rahmat dari-Nya padahal kita hanyalah seorang hamba pendosa yang butuh welas asih dari Rabbnya.

Bisa jadi kita telah melampaui batas dalam mengejar dunia hingga membuat Allah murka. Corona adalah makhluk kecil yang tak terlihat oleh mata tapi kehadirannya mampu mengguncangkan dunia. Bukankah itu sudah cukup sebagai bukti kebesaran Allah.

Semua terjadi atas izin-Nya. Lihatlah, sebab corona kita semua diminta berdiam diri di rumah meninggalkan semua rutinitas. Mungkin, itulah cara Allah menyampaikan rindu pada hambanya. Ia rindu rintihan doa dari hambanya, Ia rindu kekhusu’an seorang hamba pada saat menghadapnya, Ia rindu melihat hambanya merengek, memohon dan meminta pertolongannya.

Kawan, mari kita jadikan Corona sebagai obat hati yang hampa. Jadikan ini kesempatan untuk lebih mengenal Tuhan. Teruslah berusaha menjadi hamba yang ta’at, yang meluangkan waktu untuk beribadah bukan beribadah diwaktu luang. Menjadi karyawan yang mengenal Tuhan, menjadi pengusaha yang mengatas namakan Allah diatas segalanya, menjadi istri yang ta’at kepada suami juga Allahu Rabbi.

Oleh : Rumahmediagrup/Vita

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.