CURHAT SEORANG MANTAN KEPADAKU_BAGIAN 2

Suatu saat di tahun 1983 aku mencoba melamar pekerjaan di salah satu perusahaan BUMN besar yang kebetulan perusahaan tersebut membuka lowongan pekerjaan. Aku mengikuti test dari mulai test akademis, phsykotest, kesehatan & terakhir interviu (wawancara). Tahap demi tahap test tersebut aku lalui dengan mengesankan, alias lulus (diterima) masuk di perusahaan tersebut. Kulihat hasil pengumuman bersama dia yang selalui suport. Memberikan doa buatku.

Semoga berhasil dan aku ditempatkan di lokasi yang jauh dari tempatku tinggal. Status pada saat itu aku sebagai Tenaga Kontrak Karya (TKK). Aku kost di sana, saat itupun 2 kali aku mengajak ke tempat kost. Makan bersama,ngobrol ngaler ngidul. 6 bulan kemudian aku mengikuti test pendidikan.Untuk menjadi pegawai tetap dan aku bersykur bisa lulus hingga mulai pendidikan mental (semi militer) selama 1 bulannya. Lalu dilanjutkan pendidikan akademis selama 1 tahun.

Setelah pendidikan selesai aku ditempatkan lokasi kerja yang lebih jauh lagi dimana aku tinggal (bersama saudara kandungku). Sejak itu aku mulai jauh dengannya. Tak pernah memberi kabar, tak memberi keputusan. Disitulah rasa bersalah aku padanya. Padahal dia sama sekali tidak melakukan kesalahan apa-apa. Dia begitu baik,setia,jujur,begitu perhatian, hatiku selalu damai,tidak pernah ribut. Apa lagi pindah ke lain hati. Jadi perpisahan aku dan dia bukan karena ribut. Karena kami berbeda agama. 

Sejak saat itu hatiku bergejolak,aku bingung,dilema. Di satu sisi aku begitu mencintai dan menyanyanginya. Di sisi lain aku merasakan ada dinding yang begitu tebal menghalanginya. Jiwaku menangis karena aku sadar bahwa hubungannya hanya khayalan & impian yang tidak pernah jadi kenyataan. Hatiku menangis dan sadar bahwa hubungannya dengan dia tak mungkin bisa berlanjut ke jenjang pernikahan.Ada dinding pemisah yang begitu kokoh yaitu berbeda keyakinan.

Aku bertekad aku harus hidup berdampingan dengan seorang gadis yang seiman dan seagama.Tak mungkin kapal bisa berjalan dengan memiliki nahkoda dan awak kapal yang berbeda tujuan. Aku tahu dari perbedaan itu sama-sama menyakini kebenerannya. Aku tak ingin cintaku ini terus tumbuh di dalam diriku dan dirinya. Akhirnya di tahun 1984 aku memutuskan untuk berpisah secara sepihak yaitu pihak diriku sendiri yang meninggalkannya.

Tanpa basa basi ataupun surat untuknya. Memang keputusanku suatu kesalahan yang fatal bagi dirinya. Berat sungguh berat akan tetapi harus bagaimana lagi kecuali aku pergi dengan tanpa pamit. Menghilang begitu saja seperti tertiup angin lalu. Bahkan sampai sekarangpun perasaanku dan sayangku masih tetap sama. Bahkan senantiasa merindungannya kalau aku sedang duduk sendirian di depan teras rumahku. Kadang ketika aku bermain ke tempat saudaraku. Aku sering bertanya:”bagaimana kabarnya ???Bagimana keadaannya saat ini ???…bayanganku pasti dia membenciku karena aku memutuskan secara sepihak. Hantinya pasti hancur berkeping-keping. Begitu sakit karena keegoisanku.

Aku tak tega melihatnya, tak sepatah katapun aku mengungkapkan isi hatiku kepadanya saat itu. Aku tak berani untuk berbicara, ada rasa malu dan takut dibenci olehnya seumur hidupku. Aku ini pengecut,egois,tak punya perasaan. Aku tak berani mengungkapkan isi hatiku kepadanya. Mungkin bukan jodohku dari Tuhan. Aku yakin apa yang kuperbuat sudah benar secara iman. Walaupun harus mengobarkan perasaanku padanya selama ini. Mengapa aku dulu berpisah tanpa memberi jawaban yang pasti. Mungkin inilah jawabanku karena kita berbeda agama. Tuhan akan mempertemukan jodoh yang terbaik bagiku dan baginya. Dengan memiliki iman dan saling sayang serta pengertian. Sehingga terwujudlah keluarga yang penuh kebahagian serta keharmonisan baik dunia dan akhirat.

Rumahmedia/sriyamini_bandung/ceritabersambung 

2 comments

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.