Jangan Bilang Begitu

Jangan Bilang Begitu

Kadang aku tertawa kecil,
saat melihat diriku sendiri
yang kini mulai melepas genggaman tanganku
dari apa yang dulu selalu kujadikan pegangan untuk bisa berjalan.

Kadang aku tertawa kecil,
saat ingat pada mimpiku yang dulu selalu kutulis,
kukhayalkan,
dan kuutarakan pada siapapun yang ada di sekelilingku.
Semua orang tahu, bahwa duniaku dulu hanya tentang dirimu.

Hingga pada detik ini,
aku sadar,
bahwa waktu begitu cepat berlalu.
Sedangkan aku?
Belum mampu memberikan sesuatu yang berarti untukmu.

Layaknya orang yang sedang tertidur lelap,
dan dibangunkan tiba-tiba,
lalu mendapati kenyataan yang menghadapkanku pada tuntutan-tuntutan baru,
amanah-amanah baru,
kewajiban-kewajiban baru,
yang mau tidak mau, membuatku harus mempersiapkan segalanya.

Lalu kau?
Masih di belakangku,
dengan senyum dan doa yang sama.
“Lakukan yang terbaik untuk masa depanmu!”
Begitu bisikmu..

Lalu pesan-pesan mulai keluar dari mulutmu.
“Bila nanti mama telah tiada..”
Entah!
Entah apa lagi yang kaukatakan.
Aku tak suka mendengar kalimat itu.

Kadang, kujawab dengan candaku,
“Sssst, jangan bilang begitu..
Bila tiada mama, untuk apa aku begini? Untuk apa aku ada di titik ini?
Sebab mama adalah salah satu manusia yang ingin kubahagiakan di dunia ini..”

Rumahmediagrup/adindajulianti

One comment

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.