Corona Oh Corona

Bulan lalu, rasanya seperti baru terlewati. Saat kusampaikan adanya wabah Corona yang melanda kota Wuhan. Suatu wabah yang terjadi akibat keserakahan manusia. Wabah baru yang bikin dunia ikut termangu. Ada yang serius. Ada yang meracau. Ada pula yang hanya terpaku tak menentu. Termasuk ibu-ibu pengajian yang kala itu, hanya terheran-heran begitu mendengar nama “Corona”.

Corona semakin menggila. Begitu berita yang terdengar kemudian. Tak hanya ada di kota asalnya Wuhan. Namun ikut berselancar ke negara-negara lainnya. Agaknya Corona tak ingin dianggap remeh. Sosok kecil yang tak nampak, tapi cukup membuat semua orang menjadi was-was dan cemas.

Apa mau dikata lagi. Saat Corona hanya muncul di kota Wuhan. Kita yang ada di sini, bilang tak apa-apa. Itu di kota Wuhan, bukan di negara kita. Saat ada negara yang bersikap waspada, kita malah membuka lebar-lebar dengan berkata, “kita ada untuk mereka”. Saat berbagai negara mulai menutup diri dan memberlakukan lockdown, kita masih sibuk beraktivitas layaknya kondisi masih aman. Ah kenapa masih pula ada canda di tengah Corona yang melanda?

Kini, kita hanya bisa menanti dan mengamati. Ketika satu persatu orang di sekitar kita mulai terjangkit virus ini. Kita baru mulai menata diri. Jaga kesehatan, jaga kebersihan dan pertebal iman. Namun lagi-lagi serasa tak berguna, saat ada yang sudah mencegah diri, ada pula yang tak tahu diri. Semua kembali kepada kita. Ikhtiar bumi hanya bisa berhasil kala semua orang mendukungnya. Ikhtiar langit akan berhasil, kala semua umat bersatu memperbaiki diri, mendekat kepada ilahi rabby dan menerapkan aturan syariat Islami.

Lantas, masihkah kita sekarang pantas untuk tertawa lebar? Bercanda yang kadang tak berguna. Beraktivitas yang kadang tak mendatangkan manfaat. Bergembira yang kadang melalaikan. Bergaya yang kadang tak terkendalikan. Beramal yang kadang hanya menghasilkan debu bertebaran.

Ya Allah, maafkanlah segala kesalahan kami. Ampunilah segala dosa kami. Bimbinglah kami yang kadang terlena dengan indahnya dunia. Tunjukkanlah kami, agar senantiasa ingat akan akhirat. Jagalah dan lindungilah kami, agar senantiasa taat dan patuh pada perintah-Mu. Jadikanlah kami, hamba yang senantiasa bisa bersyukur, bukan hamba yang kufur.

Renungan di tengah Corona melanda dunia
Ngawi, 25 Maret 2020

Rumahmediagrup/ummutsaharo/ummuhanik

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.