Duniaku, Duniamu, dan Dunia Mereka: Review Novel Bumi (Seri 1 Bumi)

Duniaku, Duniamu, dan Dunia Mereka: Review Novel Bumi (Seri 1 Bumi)

Judul               : Bumi

Penulis             : Tere Liye

Penerbit           : PT Gramedia Pustaka Utama

Tahun terbit     : 2014

Halaman          : 372 halaman

Dunia bukan hanya seperti yang kita pikirkan. Ia bukan potongan gambar dua dimensi yang hanya bisa kita lihat dari satu sisi. Namun dunia adalah gambar berjuta dimensi yang kadang kita tak mampu melihatnya dari semua sudut pandang yang ada. Bahkan dalam gambar tiga dimensi pun tidak bisa kita lihat sepenuhnya dengan mata telanjang, yang ada kita hanya bisa melihat di balik layar kaca sambil mengatakan, “oh… betapa indah ciptaan Tuhan. Bagaimana Ia membuat hal yang semacam ini terjadi?”.

Seperti yang bisa kita lihat, alam semesta memiliki banyak sekali ruang dan waktu, banyak galaksi yang terbentuk, berjuta bintang hadir menghiasi malam yang hanya bisa kita lihat dari kejauhan, bahkan karena terlalu banyak dan terlalu memesona, ilmu pengetahuan pun tak dapat menganalisis semua yang ada di alam semesta. Apalagi tentang hal gaib yang tak bisa dilihat dari dimensi manusia, seperti halnya dimensi malaikat, jin, setan, Tuhan, hewan, dan yang lainnya. Kita tak bisa tahu apa yang ada di dalamnya. Hanya menerka sambil membaca dan berimajinasi tentang apa yang telah Tuhan tuliskan dalam firman-Nya

Konsep ini mungkin menjadi dasar bagi Tere Liye dalam menuliskan naskah pertama dalam novel serinya yang berjudul Bumi. Novel yang menggambarkan sebuah klan Bumi yang dalam klan tersebut terdiri dari manusia biasa, sama seperti manusia di alam nyata saat ini. Mereka juga melakukan kegiatan layaknya manusia pada umumnya. Namun diantara klan Bumi tersebut, ada seseorang yang mempunyai kekuatan luar biasa yang tak dimiliki oleh klan Bumi lainnya. Ia adalah Raib, seorang gadis yang mempunyai kekuatan menghilang atau menyamarkan tubuhnya dari pandangan manusia dengan hanya menutup wajahnya dengan kedua telapak tangan.

Bumi yang menjadi pijakannya dalam menjalankan harinya dengan normal tiba-tiba berubah semenjak ia bertemu dengan sosok laki-laki misterius yang datang tiba-tiba entah dari mana. Dari sanalah petualangan Raib bermula, petualangan yang tak bisa dinalar oleh manusia biasa. Ya, petualangan menuju klan yang berbeda.

Novel Bumi ini mengantarkan kita pada pemahaman menarik dan mungkin dapat dicerna oleh otak orang awam tentang bagaimana dunia bekerja. Tentang dunia lain yang sebenarnya ada dan nyata yang juga berjalan seiring dengan berjalannya dunia ini. Membaca buku ini, penulis sadar bahwa ternyata kita hidup di dunia ini hanya melakukan segala sesuatu untuk kebutuhan masa depan kita di dunia. Jarang bahkan tak pernah memikirkan bagaimana dunia lain, bagaimana dimensi lain. Jika kita tarik lebih jauh, bagaimana dimensi malaikat, akhirat, dan lainnya misalnya. Sedang semua itu nyata dan berjalan sebagaimana dunia kita berjalan. Buku ini juga mengajarkan kepada kita bahwa cara bagaimana hubungan antar dimensi yang harus tetap dijaga. Bagaimana semua dimensi bisa hidup dalam dunianya masing-masing.

Yah, penggambaran dan latar serta inovasi yang apik tertuang dalam novel ini, sehingga membaca novel ini pun seakan kita ikut berpetualang. Bersama Raib yang terus mencari hakikat dirinya, Seli yang juga ikut terbawa dalam situasi yang tak ia pahami, dan Ali yang sangat senang teknologi di luar nalar dan pengetahuan barunya untuk menambah wawasan otaknya yang jenius.

rumahmediagrup/afhermanda

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.