Ini ceritaku Hari Ini

Ini ceritaku Hari Ini

Lagi-lagi saya ingin menuliskan hikmah yang bisa kami syukuri dari adanya wabah Covid-19. Berdasarkan instruksi pemerintah melalui diknas pendidikan dan yayasan yang menaungi tempat saya bekerja, semua siswa belajar di rumah dan guru melakukan WFH (Work From Home).

Hal ini mendukung saat keluarga dari kampung tiba-tiba telpon dan meminta kami pulang kampung karena kondisi nenek yang kurang sehat. Sakit karena usia yang sudah udzur. Kalau tidak salah saat ini beliau berusia 90 tahunan. Jadi wajar kalau dalam kondisi sakitnya beliau ingin semua anak dan cucu berkumpul.

Wallahu ‘alam, umur manusia siapa yang tahu. Khawatir itu permintaan terakhirnya jadi walaupun sempat ada keraguan untuk pulang karena kondisi penyebaran wabah yang semakin masif, namun bismillah, dengan niat birrul walidain kami berharap ridha dan perlindungan Allah.

Tentu dengan protokol yang sudah berulang-ulang kami tekankan ke anak-anak bahwa ini bukan liburan seperti biasanya, jadi tetap di rumah bukan untuk jalan-jalan. Tetap kampanye stay at home pada semua orang dan bertekad tidak berhenti selama perjalanan. Benar-benar hanya melakukan perjalanan hingga turun depan rumah di kampung, tidak ada mampir berhenti walaupun sebentar.

Alhamdulillah perjalanan lancar, jalan tol juga termasuk lengang. Akhirnya bisa bertemu dan berkumpul dengan keluarga. Walaupun tetap ada perasaan khawatir kita termasuk yang “carrier” yang tanpa sadar membawa virus padahal badan sehat. Apalagi tempat domisili kami sudah termasuk red zone. 😢

Yang tak kalah membuat bahagia adalah kami bisa berziarah ke makamnya pangeran kecil kami. Dia yang tak akan pernah tergantikan dengan apa pun walaupun jasadnya sudah menyatu dengan bumi. Hingga kini namanya tetap melambung dalam doa kami. Dan semangat yang tumbuh dari seorang ibu lemah tak berdaya untuk terus berkarya adalah salah satu lecutan dari kisahnya yang berjuta makna.

Darinya pula kami belajar untuk tidak panik dan tetap tenang dalam menghadapi wabah virus yang merajalela ini.

Lahul alfatihah.

rumahmediagrup/wina_elfayyadh