Rasa yang Telah Hilang

Perkenalkan, aku Risa siswi SMK kelas xii, aku punya kisah dan kisahku tak perlu kalian contoh ya. Aku hanya ingin memberi tahu bahwa sakit lho bila diduakan itu. Di usia remaja, seperti yang kualami kali ini di mana Allah memberikan rasa suka dan cinta kepada lawan jenis itu mulai dirasakan. tergantung bagaimana rasa tersebut diekspresikan.

Allah memberikan rasa itu kepada siapapun, di manapun, dan kapanpun waktunya itu, semua adalah kehendak Allah. Sekitar empat atau lima bulan yang lalu aku pernah ada di sebuah hubungan. Kami berkomitmen saling berjanji untuk menghargai dan menjaga hati, aku dan dia tidak menjalin cinta kasih atau istilah anak muda dinamakan (pacaran). Kami tahu bahwa pacaran dalam Islam itu tak boleh. Namun dalam hubungan ini kami membuat sebuah komitmen, bahwa kami akan saling menjaga hati di antara kami berdua maupun untuk orang lain.

***

Namanya juga manusia yang tak luput dari salah dan dosa, terkadang khilaf pun muncul ketika manusia itu tak menghargai komitmen. Sebuah bangkai walaupun disembunyikan begitu rapi, ia akan tercium juga baunya. Waktu itu, ketika aku dan teman kelasku Siska sedang belajar matematika. Tanpa disadari dan direncanakan Siska bercerita di tengah-tengah kami sedang belajar.

Siska bercerita tentang kedekatannya dengan seorang siswa di sekolah. Ia juga duduk di tingkat yang sama dengan kami, akan tetapi jurusan kami berbeda. Jurusan yang ia ambil teknik otomotif. Siska bercerita bahwa mereka sudah lama mempunyai hubungan kasih. Laki-laki yang siska ceritakan dari deskripsi badan dan jurusan kok sama dengan seseorang yang mulai dekat denganku. bisikku dalam hati.

***

Selang beberapa hari, Fahri sudah tak pernah menghubungiku lagi, aku lost contact dengannya. Kubiarkan saja, aku tak mau menghubungi terlebih dulu dan aku yakin bahwa dia telah memiliki teman spesial yang lain. Aku biarkan ia melanggar komitmennya sendiri.

Selepas bercerita tentang hubungannya, Siska menemuiku sambil menangis, “Ris, ternyata aku sedang berhubungan dengan orang yang sama, yaitu dengan orang yang sedang berkomiten denganmu.” Otomatis aku kaget mendengar ucapan Siska. Lalu Siska bercerita, jika dia sudah lebih dulu dekat dengan Fahri.

***

Kaget, kesal dan benci merasukiku, aku langsung mengatakan lewat wahtsapp “Gila Kamu ya? Sudah memiliki wanita, untuk apa mencari lagi? Padahal setiap aku tanya, kamu memiliki hati yang lain atau tidak, kamu menjawab tidak, dan kamu menegaskan padaku untuk selalu percaya padamu, akhirnya? Terbongkar semua kebusukkanmu bahwa kamu memiliki hati yang lain jauh dari kamu kenal aku, So maaf telah mengganggu hubungan kalian”
***


Alhamdulillah, setelah peristiwa itu berlalu aku dan Siksa saling bertukar cerita, kami malah menjadi lebih akrab. Kami menjadi partner belajar matematika. Kami tak bermusuhan, jadi kami memutuskan untuk meninggalkan dia. Jika tidak begitu dia akan mencari mangsa-mangsa lain. Karena laki-laki tidak akan pernah puas memiliki satu perempuan.

Itulah kisahku, semoga menginspirasi. Janganlah bermain hati jika belum waktunya, ekspresikalah hati pada tempat yang sewajarnya. Pilih yang mana, Menikah dulu baru ekspresikan cinta? atau ekspresikan dulu lalu menikah? Kalian pastilah lebih paham!

Wallahu A’lam Bishowab

rumahmediagrup/ suratmisupriyadi

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.