The Alchemist, Sebuah Refleksi Personal Legend

Resensi buku The Alchemist ini saya buat dengan opini pribadi ya, sebagai bagian dari membuat catatan untuk refleksi dan pengingat diri. Ada beberapa hal menarik dalam buku ini yang ingin saya catat.


Judul buku: The Alchemist, a Graphic Novel
Penulis: Paulo Coelho
Illustrator: Daniel Sampere
Adapter: Derek Ruiz
Penerbit: HarperOne, HarperCollins Publishers
Tahun Terbit: 2010

Akhirnya, selesai juga baca buku legendaris ini baik versi asli maupun versi grafik novel. Buku versi bergambar ini serupa dengan versi tulisannya. Buat yang males baca versi tulisan, maka versi gambar ini sangat cocok untuk jadi bacaan. Gambar yang ditampilkan sangat detail dan penuh warna. Kertas yang dipakai juga glossy dan tebal hingga nyaman untuk bolak balik halamannya. Buku ini bisa jadi bacaan bagi remaja dan dewasa. A must have book untuk para kolektor buku.

Berkisah tentang perjalanan seorang pemuda bernama Santiago, yang melakukan perjalanan dari tanah kelahirannya di Spanyol hingga ke Mesir demi menemukan harta karun yang terpendam di bawah Piramida seperti petunjuk dalam mimpinya. Sepanjang perjalanan dia bertemu banyak orang yang memberikan arti bagi hidupnya seperti seorang wanita Gipsy, seorang lelaki yang menyebut dirinya Raja dari Salem, Penjual Kristal, Fatima seorang gadis gurun pasir, dan seorang Alchemist.

Mereka semua membantu menunjukkan tempat yang Santiago tuju. Tidak seorang pun tahu apa isi harta karun yang Santiago cari, ataupun jika kelak Santiago akan mampu menghadapi semua tantangan yang ada sepanjang perjalanannya. Namun apa yang telah Santiago mulai sebagai sebuah perjalanan untuk menemukan harta karun ternyata berubah menjadi sebuah penemuan akan harta karun yang terpendam dalam dirinya.

Buku ini berkisah tentang personal legend dan follow your dreams. Sebuah undangan untuk setiap pembaca untuk mengikuti dan berjuang demi mewujudkan impian dalam hidupnya. Saat ragu dan tak tahu arah, maka cobalah tanya pada hatimu dan lihatlah tanda yang ada di sekitarmu. Sesungguhnya alam semesta ikut bersiap untuk mewujudkan impianmu.

Ada beberapa hal menarik yang disajikan dalam dialog antara Santiago dengan orang-orang yang dia temui dalam perjalanannya. King of Salem mengatakan bahwa banyak buku yang menyebutkan hal yang sama yaitu menjelaskan tentang ketidakmapuan orang untuk memilih personal legend mereka. Bahwa setiap orang percaya pada the world’s greatest lie. Apa kebohongan terbesar di dunia? Yaitu pada titik tertentu dalam kehidupan kita, kita kehilangan kendali atas apa yang terjadi pada diri kita, dan hidup kita menjadi dikendalikan oleh takdir/fate.

Apa sebenarnya Personal Legend itu? Adalah sesuatu yang selalu Engkau inginkan untuk dicapai. Setiap orang, saat mereka muda, mengetahui apa yang mereka ingin capai dalam hidupnya. Pada suatu titik dalam hidup mereka segalanya begitu jelas dan semua terlihat mungkin. Mereka tidak takut untuk bermimpi, dan melakukan apa yang bisa mereka lakukan untuk bisa melihat semuanya terjadi dalam hidup mereka. Tapi seiring waktu berjalan, sebuah kekuatan misterius memaksa mereka meyakini bahwa hal itu tidak mungkin dilakukan untuk mewujudkan impian mereka.

Lantas apa kekuatan misterius itu? Sebuah kekuatan negatif, tapi ia sesungguhnya akan memperlihatkan padamu jalan untuk menyadari personal legend-mu. Kekuatan ini akan mempersiapkan semangat dan kemauanmu, karena satu kebenaran besar di planet ini adalah siapapun Engkau, atau apapun yang Engkau lakukan, ketika Kau benar-benar menginginkan sesuatu, itu karena keinginan tersebut berasal dari dalam jiwa alam semesta. Itu adalah misi bagimu di dunia. Ketika Kau menginginkan sesuatu, seluruh semesta akan berkonspirasi untuk menolongmu meraihnya.

Saat King of Salem membuat penawaran agar Santiago dapat mewujudkan mimpinya, Santiago mencoba menawarkan hal yang lain sebagai balasan. Namun King of Salem mengatakan “If you start out by promising what you don’t even have yet, you’ll lose your desire to work toward getting it.” Banyak orang yang saat memulai usaha/bisnis berusaha untuk menjanjikan/mengorbankan sesuatu demi sukses di masa depan dengan sesuatu yang belum dimilikinya saat itu. Padahal hal ini tidaklah baik karena jika ada hambatan datang, mudah untuk menyerah dengan asumsi tidak kehilangan sesuatu (hal yang dikorbankan belum ada).

King of Salem juga bercerita tentang seorang penjaga toko yang mengirimkan anaknya untuk belajar tentang rahasia kebahagiaan dari orang paling bijaksana di dunia. Setelah bertemu, Sang Bijaksana tersebut meminta anak lelaki itu untuk melakukan sesuatu, “Berkelilinglah di sekitar istana ini, bawalah sendok ini bersamamu tanpa menumpahkan minyak di dalamnya.” Sang anak pun berjalan berkeliling di sekitar istana, dengan matanya fokus pada minyak dalam sendok yang ia bawa. Setelah beberapa lama ia kembali ke ruangan menemui Sang Bijaksana. “Apakah Kau melihat keindahan hiasan dinding yang tergantung di ruang makan? Kau lihat keindahan di perpustakaan dan taman?” Sang anak menjawab dengan malu dan mengakui bahwa ia tidak memperhatikan semua keindahan di sekitar istana. Anak itu hanya fokus memperhatikan minyak dalam sendok agar tidak tumpah sesuai permintaan Sang Bijaksana. Lalu anak itu diminta kembali berkeliling untuk memperhatikan keindahan yang ada. Saat kembali lagi, ternyata minyak dalam sendok telah tumpah semua. Sang Bijaksana pun menjelaskan bahwa rahasia kebahagiaan hidup adalah melihat semua keindahan dunia, dan jangan pernah lupa untuk tetap menjaga minyak dalam sendokmu.

Sebenarnya masih banyak lagi hal menarik dalam buku ini, oleh karena itu lebih baik punya bukunya dan bisa dibaca berulang kali dan kembali semangat, paham bagaimana caranya meraih your personal legend.

Rumah media grup/Eaglezoyarohmah

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.