Antara Telur Rebus Dan Imanku Yang Pupus

Antara Telur Rebus Dan Imanku Yang Pupus

Waktu menunjukkan pukul 12.30 dini hari. Kebetulan saya dan suami belum tidur. Tiba-tiba ibu mertua telfon dan beliau menyampaikan bahwa ada bayi baru lahir yang langsung bisa berbicara, bayi itu meminta kita untuk merebus telur agar terhindar dari wabah yang sedang melanda Indonesia.

Yang awalnya khawatir, takutnya ada anggota keluarga yang sakit karena memang sebelumnya ibu nggak pernah telfon selarut ini.
Jadi ketawa, masa iya berita itu benar.

Paginya saya buka fb dan benar saja telur rebus sedang viral. Ternyata bukan cuma kami yang ditelfon tengah malam tapi teman-teman yang lain juga. Astaghfirullah ternyata banyak orang latah, dengan mudah percaya sebuah berita tanpa tabbayun, tanpa mencari kebenarannya terlebih dahulu dan dengan mudah membagikan kepada orang lain.

Balada corona yang membuat banyak hati manusia gundah gulana. Ketakutan yang berlebih membuat kita dengan mudah percaya dengan berita yang tidak masuk akal sekalipun.

Kawan dari berita hoax tentang telur rebus kita sadar bahwa ternyata iman kita masih sangat lemah, telur rebus naik daun, iman kita turun. Saatnya kita berkaca bahwa sebanarnya ketauqidan kita kepada San Khaliq lebih kecil dari sebutir telur.

Hati kita sedang sakit, jiwa kita sedang tidak waras, betapa lemahnya keimanan kita, seringkali kita lebih percaya perkataan manusia daripada sabda Nabi shallallahu ‘alayhi wa sallam, kita lebih ta’at kepada pemimpin ketimbang penciptanya pemimpin, banyak hal yg akan kita persiapkan saat akan menghadap atasan, tapi tak pernah mempersiapkan saat akan menghadap atasannya atasan.

Tuhan, maaf jika sampai saat ini kami masih mengabaikan perintah-Mu. Maaf, jika sampai saat ini kami masih sibuk mengejar dunia hingga lupa menuntut ilmu agama.

Sahabatku, mari kita terus berusaha memperbaiki diri, memaksakan diri untuk beribadah, membiasakan diri melibatkan Allah dalam segala hal.

Biarkan diri kita terbuai dengan kemesraan dan kedekatan dengan Allah ta’ala, meminta kepada-Nya semua keperluan dan keinginan, merengek dalam doa, karena sungguh Allah tidak akan menyia-nyiakan orang yang menangis ikhlas meminta kepada-Nya.

Allah memang ghaib, tapi kita sujud, sholat untuk Allah, kita tidak pernah melihat tapi kita yakin bahwa Allah itu ada, bahkan kita rindu menatap wajah-Nya yang Agung.

Berharaplah hanya kepada Allah karena Dialah sebaik-baiknya tempat untuk bersandar, jangan pernah letih untuk meminta, yakinlah Dia sudah pasti akan mengabulkan rentetan doa-doa kita, kuncinya hanya sabar, yaa.. kita hanya perlu bersabar dalam menanti terkabulnya doa.

Tidak perlu berlebihan dalam memikirkan ujian yang Allah berikan, kita memiliki Allah Yang Maha Besar ketimbang masalah yang kita hadapi, kita punya Tuhan tempat kita kembali karena adakalanya akal dan fikiran tak mampu untuk menyelesaikan.

Tetaplah semangat untuk meraih cinta Allah, yang dengan cinta itu Allah akan mendatangkan rahmat-Nya, dosa-dosa akan terampuni, apa yang kita butuhkan tanpa memintapun akan diberikan dan seberat apa pun cobaan yang Allah berikan akan terasa ringan.

Semoga kita mampu menjadi seseorang yang lebih taat, mampu mengikuti hukum Allah, mengikhrarkan dengan lisan, meyakini dengan hati dan membuktikan dengan perbuatan serta menikmati apa yang Allah berikan.

Oleh : Rumahmediagrup/Vita

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.