BELAJAR DARI CORONA

BELAJAR DARI CORONA

    Dunia digemparkan dengan virus corona. Hanya dalam tempo beberapa bulan, virus ini telah secepat kilat populer di planet bumi, tentunya dengan media sosial sebagai alat bantu utamanya.

Lantas, akankah kita hanyut terseret arus “euforia” corona? Pepatah mengatakan, masalah itu tak penting, yang penting adalah bagaimana menyikapi masalah. Toh, nikmat dan bencana, sedih dan gembira, susah dan senang, semua itu adalah ujian dari-Nya, agar tampak orang yang beriman dan orang yang ingkar.

Well, lalu belajar apa kita dari corona? Banyak pembelajaran yang bisa dipetik dari munculnya corona. Pembelajaran itulah sebenarnya yang teramat penting dan bernilai mahal tak terukur. Suatu kondisi semestinya membawa kesadaran baru dan pencerahan spiritual yang mengantarkan hamba kian “mesra” dengan Rabb-nya.

Okay, setidaknya inilah buah-buah yang bisa dipetik dari mencuatnya corona:

  1. Kemahakuasaan. Siapa sangka hanya dalam bilangan bulan, corona setidaknya telah menginfeksi 425.000 penduduk dunia di 194 negara. Kemahakuasaan Allah tak terbatas, Ia dengan mudah mewujudkan hal apapun, bila Dia menghendakinya.  Begitu pula saat nanti langit dilipat oleh Dirinya Sendiri ketika telah tiba masanya hari kehancuran (kiamat). Ia menggenggam langit dan kemudian menggulungnya. Akankah ini menjadi pelajaran bagi para penguasa tiran yang matanya tertutupi oleh kekuasaannya?  Bahwa kuasa Allah berada di atas segala-galanya.
  2. Ketiadaberdayaan. Lihatlah ukuran diameter virus corona yang berkisar 100-120 nanometer. Untuk melihatnya para ahli tidak bisa menggunakan mikroskop biasa, tetapi memerlukan mikroskop berteknologi tinggi nan canggih, yakni mikroskop elektron yang memiliki kemampuan dalam melakukan pembesaran objek sampai 2 juta kali. Terhadap makhluk kecil ini manusia dibuat “kalang kabut” olehnya, hal ini menandakan betapa lemahnya manusia, tiada berdaya. Sepatutnyalah ia menghamba dengan sepenuh jiwa raga kepada Pemilik Alam, mengikis habis kesombongan. Tiada daya dan kekuatan melainkan karena Allah menghendaki dan memberikan pertolongan.  
  3. Keteramatmahalan.  Seorang pria di Jepang dilanda frustasi begitu hasil pemeriksaan menyatakan dirinya positif terinfeksi virus corona. Di tempat lain, seorang warga melakukan tindakan bunuh diri sebab merasa tertekan dengan penyebaran virus ini. Alangkah mahalnya nikmat kesehatan, alangkah mahal dan berharganya kesempatan hidup. Dua nikmat ini bahkan Rasulullah sebutkan dalam haditsnya, mengingatkan manusia dikarenakan banyak yang berbuat lalai terhadapnya.  Tidak menmanfaatkan waktu sehat dan waktu hidup dalam rangka pengabdian hanya kepada Allah.
  4. Keimanan. Dari Aisyah ra., ia bertanya kepada Rasulullah tentang wabah penyakit yang tersebar di seluruh negeri. Kemudian beliau memberitahu, bahwa wabah itu merupakan siksaan yang ditimpakan oleh Allah Ta’ala kepada siapa saja yang dikehendaki-Nya. Akan tetapi Allah Ta’ala menjadikannya sebagai rahmat bagi orang-orang yang beriman, maka seseorang yang tetap tinggal pada suatu daerah yang kejangkitan wabah dan ia sabar serta hanya memohon kepada Allah, kemudian sadar bahwa ia tidak akan tertimpa wabah kecuali Allah akan menakdirkannya, maka ia mendapat pahala seperti pahalanya orang yang mati syahid. (HR. Bukhari). Cukuplah hadits ini sebagai pengabaran yang kian mempertebal keimanan seorang muslim. Keimanan terhadap takdir Allah, sehingga tidak perlu merasa takut dan cemas secara berlebihan. Keimanan yang meningkatkan rasa kesabaran. Keimanan bahwa hidup dan mati sudah menjadi ketentuan yang telah digariskan-Nya, jauh sebelum diciptakannya langit dan bumi.  (rumahmediagrup/wahyudinaufath)

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.