DISCIPLINE Blooms Like A Flower

DISCIPLINE Blooms Like A Flower

“Sudah bersihkan kamar? Sapu rumah? Cuci piring? Jemur toilet mat? Lap meja?”
“Sudah, Bundaaaaaa.”

Demikian para krucil di rumah menjawab rentetan pertanyaan saya setiap pagi. Ulangi ya, SETIAP PAGI.

Eyang Mama yang selalu protes pada saya, kenapa anak-anak diharuskan melakukan house chores dulu di pagi hari, sebelum berangkat sekolah. “Mesakke anak-anak, Nak. Mbok e kejem banget,” begitu katanya. Hahaha!

Bukan tanpa alasan saya memberlakukan peraturan ini di rumah sejak mereka kecil dan mulai berkenalan dengan pekerjaan rumah. Saya memang sengaja melakukannya agar anak-anak terbiasa untuk bergerak dengan cepat. Saya paling anti melihat orang yang klemar-klemer, letoy, dan lambat bergerak. Sementara di pagi hari anak-anak punya kecenderungan untuk bergerak begitu lambat dan bermalas-malasan.

Maka memiliki kewajiban, selain harus mempersiapkan diri sendiri, akan membuat mereka terbiasa bergerak cepat dan tepat waktu. Meskipun standar kebersihan mereka tidak masuk kriteria saya. Buat saya hasil akhir memang penting, namun proses untuk menanamkan kebiasaan jauh lebih penting.

Alah bisa karena biasa, kan?

Kebersihan sekitar dan diri pribadi terus menerus saya ajarkan di rumah. Sehingga menghadapi gempuran virus yang tanpa ampun ini bukan hal yang baru untuk kami. Semua sudah biasa membersihkan diri dengan rajin mandi dan tidak duduk ongkang-ongkang kaki selepas pulang sekolah atau bekerja. Rumah sudah terbiasa bersih sebelum semua keluar untuk melakukan aktifitas.

Jangan harap bisa meninggalkan kamar atau toilet dalam keadaan kotor di rumah saya. Bisa-bisa teriakan si Emak terdengar hingga blok sebelah.

Bersih itu baik, Nak. Baik untukmu dan juga sekitar. Disiplin itu meringankan. Untukmu dan juga untukku. Karena ibumu yang kuat dan perkasa ini tidak bertambah muda. Well, casing boleh lah. Hahaha!

Ibarat battery pada gawai, suatu hari ia akan melemah, low batt, menurun kekuatannya, sebelum akhirnya flat. Untuk mengisinya supaya penuh lagi, ia butuh bantuan semua orang di rumah agar tidak harus melakukan semua hal sendirian.

Untuk para Emak, kita memiliki masa yang tentu terbatas. Biasakan untuk mendelegasikan tugas. Walau mengajarkan tentunya sulit dan seringkali berujung helaan napas.

Jangan putus asa dan menyerah. Kemudian berikan dirimu sedikit reward sebagai hadiah, atas usahamu mengajar tanpa lelah. Cukup dengan menikmati secangkir kopi hangat atau melakukan hobi dan menghasilkan sesuatu yang indah. Semoga akan membuat harimu kembali cerah. Apalagi ketika peluh dan suaramu yang bak kaset rusak, menghasilkan bunga cantik yang setelah lama ditanam kemudian merekah.

Discipline is not punishment. It is meant to change somebody’s life and way of thinking. (Emak Rere)

Much Love,

rumahmediagrup/rereynilda

One comment

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.