Jalan Jalan Menjelajahi Pikiran

Jalan Jalan Menjelajahi Pikiran

Awal-awal diam di rumah saja dan beraktivitas di dalamnya terasa mengasyikan. Semua berkumpul, suami, anak-anak yang sudah beranjak remaja, ramai dari pagi hingga malam. 

Anak-anak masih bisa diatur dengan ritme jadwal belajar teratur, permainan sederhana atau membantu aktivitas orang tua membersihkan rumah dan menyiapkan makanan harian. Semakin berjalan kemari, kejenuhan mulai melanda. Belajar jarak jauh mulai bolong-bolong, kuota habis terpakai untuk jelajahi dunia maya. Memiliki anak remaja tak jauh dari julukan buat mereka ‘kaum rebahan’. 

Kondisi keuangan mulai penuh perhitungan ketat.

Fokus pada diri sendiri, kumulai dengan mencoba jelajahi alam pikiran. Pelan sekali untuk menyelaminya, karena pikiran ini sendiri penuh stigma negatif dampak wabah terhadap kehidupan yang suram. Mata terpejam dan mencoba lagi mengamati pikiran ini bekerja. Gelap, tak tampak sinar pemandu, serasa gila sendiri, lalu aku terkekeh. Benak penuh dengan keruwetan, penuh penurunan produktivitas. 

Diri ini bukan ahli hipnotis atau seorang supranatural, dan juga bukan ahli jiwa. Perjalanan menjelajah pikiranku tak banyak berarti, selain hanya kegelisahan traumatik, stress dan mengarah pada putus asa. Saatnya diperlukan hypnotherapy atau konseling dengan ahlinya.

Ah, memikirkan hidup saja sudah berat, apalagi memikirkan solusi mahal itu. Orang awam sepertiku harus nrimo, pasrah, dan sebaik-baiknya tempat berkeluh kesah adalah Dia, Sang Khalik. 

Lalu ku merenung, “Derita ini bukan milikku sendiri. Di luar sana, mereka rela korbankan jiwa raganya demi orang lain, mengapa kau takut hanya untuk bertahan demi dirimu sendiri. Sungguh egois.”

Ini tamparan yang berbalik ke arahku. Pikiranku melemah, meminta jangan jelajahi lagi saat ini. Asupan untuknya perlahan sedang berlangsung. 

Selagi kesadaran masih penuh, dan kewarasan masih dimiliki, kucoba isi perlahan pikiran dengan aura positif. “Semua yang memiliki awal, pasti akan mengalami akhir. Wabah akan segera berakhir. Masa produktif akan segera kembali.”

Wallahu a’lam bishawab

rumahmediagrup/hadiyatitriono

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.