Kamu Harus Tahu Apa Itu Arti Sahabat

Di heningnya malam, diiringi rintik hujan yang sedikit menggodaku dalam kesunyian yang kian hanyut dalam angan. Aku teringat kisah siswi dengan berbagai konflik di dalamnya yang berbalutkan persahabatan semu. Kisahnya pun mampu membangkitkan hasratku, untuk bercumbu dengan huruf dan kata yang berkisahkan tentang dia. Begini kisahnya.

Aku memiliki beberapa sahabat, sahabatku semuanya baik. Semuanya selalu ada buatku, namun ada satu sahabat yang mulai berbeda setelah ia kenal cowok. Tingkahnya kian aneh, menurutku ia terlalu kepedean dengan cowok. Setiap ada cowok, ia selalu lebih mementingkan cowok daripada sahabat-sahabatnya.
.
Suatu hari, aku pernah bermain dengannya. Aku shock melihat cara ia berpakaian, yang menurutku jauh dari kata syar’i. Aku sendiri memang nggak terlalu syar’i, sehingga tidak ada keberanian untuk menegurnya. Dia bener-benar nggak syar’i. Padahal, jika di sekolah ia selalu berpakaian tertutup.

Pernah ia menggunakan celana yang tak longgar, lalu ia menggunakan jilbab dengan cara diikatkan ke lehernya. Padahal jelas dalam Alquran, bahwa panjangkanlah jilbabmu hingga menutup dada. Benar-benar jauh berbeda dari yang aku lihat di sekolah.
.
Ada masa saat aku mau membuka ponselnya, ia langsung menarik dan bilang “Jangan ah, jangan buka-buka” ucapnya. Aku sebagai sahabat terluka, rasanya hatiku tercabik dengan itu semua. Padahal selama ini, ketika ia belum dekat dengan seorang cowok ia selalu welcome. Tak ada yang disembunyikan.

Dulu ia pun pernah berkata, “Untuk apa ada rahasia di antara kita, tak perlu ada yang disembunyikan, kita sahabat seharusnya saling bercerita. Tapi kini? Dia benar-benar berubah saat mengenal cowok.

Dia pernah mengklaim dirinya tak akan vn, vc, atau telponan? Ternyata, mungkin hampir setiap hari ia melakukannya. Sungguh itu mengecewakan dan menyayat hatiku.
.
Aku kerap mengingatkan dan menasehati ini, itu, ia hanya menjawab makasih Ran makasih sudah ngingetin aku, tapi tak ada perubahan. Aku dah lelah, aku lelah dengan sikapnya yang benar-benar telah lupa, awal dia berjuang denganku dan sahabatku yang lain.

Begitulah kisahnya, dengan sedikit konflik di dalamnya. Namun bagi siswi seusianya, memungkin itu menjadikan beban baginya. Akan tetapi, karena rasa sayang seorang sahabat, ia tak ingin sahabatnya terjerumus makin dalam dan kian gelap, terbawa arus cinta sesaat. Bukan karena cemburu dengan hadirnya orang ketiga, dalam jalinan persahabatan yang semu.

.

Wallahu A’lam Bishowab

rumahmediagrup/suratmisupriyadi

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.