KETIKA BERAWAL DARI HATI

endahlastiany's Blog

“Bu, nanti aku kangen sama ibu kalau sudah di SMA nanti,” ujar Dini muridku kala itu, saat acara pelepasan siswa kelas 9.

“Masa’ sih, kan nanti di SMA ada guru BK yang lebih asik daripada di SMP.” Kucoba untuk meyakinkannya bahwa ia akan menemukan sosok yang lebih baik lagi.

Itu percakapan dua tahun lalu. Aku pun sudah hampir melupakannya. Tiba-tiba nada panggilan pada gawaiku berbunyi.

“Bu, aku kangen… aku pengen curhat sama ibu kayak dulu lagi.” Terdengar suara Dini muridku dari seberang sana.

“Lho, lama ngga kedengaran kabarnya, kok tiba-tiba mau curhat. Kan guru BKnya ada di SMA.” Aku masih hapal dengan suara manjanya.

“Ngga asik bu, ngga kayak ibu. Dengerinnya setengah hati, udah gitu ceramah terus…pokoknya ngga enak deh.” Gaya bicaranya belum berubah, ciri khas Dini.

Kedekatanku dengan murid bukanlah rekayasa. Semua kulakukan dari dasar hati dan bukan karena pencitraan. Semata-mata kulakukan karena memposisikanku dengan murid-muridku.

Terkadang karena kesibukan…

Lihat pos aslinya 266 kata lagi

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.