Mabuk Gadung Nusakambangan

Mabuk Gadung Nusakambangan

Kenal dengan gambar di bawah ini?
Ya, di Jawa orang biasa menyebutnya gadung.
Gadung ini termasuk golongan umbi-umbian dan termasuk suku gadung-gadungan atau dioscoreaceae.

foto by erwinwinarno

Gadung menghasilkan umbi yg dapat dimakan.
Biasanya gadung dibikin kerupuk. Enak dan renyah. Namun, rebusan gadung juga bisa dimakan. Seperti kisahku saat nge-camp di Pulau Nusakambangan.

Hari itu, kami mendirikan beberapa tenda dengan jarak beberapa meter dari bibir pantai. Setelah tenda berdiri, ditemani oleh seorang pegawai KSDA, kami menuju ke sebuah menara. Namanya menara suar Cimiring.

Foto diambil beberapa tahun kemudian setelah kejadian

Kami berjalan lumayan jauh menyusuri jalan setapak menuju ke menara karena letaknya yang sangat terpencil di bagian timur Pulau Nusakambangan.

Para petugas penjaga menara Cimiring sangat senang saat kami datang. Para bapak ini sungguh luar biasa tinggal di menara yang sepi dan terlihat angker, serta jauh dari mana-mana. Aku datang di siang hari, namun membayangkan bagaimana jika malam hari tiba, tentu gelap dan sunyi.

Kami pun naik ke atas menara yang di beberapa bagian besinya mulai berkarat dan rapuh. Maklum, menara ini dibangun sejak zaman Belanda. Menara ini berdiri di atas bukit yang memiliki ketinggian 178 meter, sementara tinggi menara sendiri adalah 8 meter. Makanya, terasa sekali saat angin bertiup kencang. Kami berpegangan erat pada besi menara. Kakiku terasa nyeri saat memandang lepas ke arah luar. Terbentang view Samudera Hindia yang biru dan seakan tak bertepi. Indah sekali. Kapal-kapal yang berlayar juga nampak kecil sekali. Masyaallah, sungguh luar biasa ciptaan Sang Maha Pencipta.

View dari atas menara

Setelah turun dari menara, kami disuguhi minum dan rebusan umbi hasil bumi Nusakambangan. Aku duduk di dekat meja tempat umbi diletakkan. Seorang bapak petugas memberiku sebuah parut agar aku memarut kelapa untuk ampas umbi itu.

Sambil memarut, aku beberapa kali mencicipi umbi itu. Enak seperti getuk. Demikian pula teman-temanku. Karena malam telah tiba, kami berpamitan.pulang.

Jalanan setapak tadi kami lewati kembali. Di tengah jalan aku merasa pusing dan keringat berlebihan keluar. Namun, aku diam saja tidak memberi tahu kawan-kawanku kalau aku pusing. Kemudian, kurasa jalanku mulai sempoyongan dan kepala bertambah berat. Temanku berkata apa, aku tak begitu jelas mendengarnya. Sampai akhirnya, Aji salah seorang temanku, muntah-muntah. Demikian pula denganku hingga badanku lemas sekali.

Kami semua akhirnya beristirahat di tepi setapak di tengah hutan Pulau Nusakambangan. Untung saat itu tak bertemu dengan binantang liar seperti macan kumbang, padahal jika malam tiba mereka biasa muncul.

Setelah aku sadar sepenuhnya, salah seorang temanku berkata kalau tiga orang mabuk bahkan sampai meracau.

“Mbak Winda juga mabuk, loh. Ngomongnya ngaco hahaha ….”

“Hah, masa sih? Terus, aku ngoceh apa tadi?”

Digelapnya malam hutan Pulau Nusakambangan, kami tertawa-tawa. Hingga kini jika ingat kejadian itu, teman-temanku masih meledekku, “Wih, Mbak Winda mabuk-mabukkan pas ulang tahun.” Kebetulan, saat kemping itu pas tanggal lahirku.

Umbi yang kami makan adalah gadung. Gadung memang bisa dimakan, namun jika pengolahannya belum tepat dapat menyebabkan keracunan, hingga muntah-muntah dan pusing. Apalagi jika dimakan berlebihan.

Ketiga orang yang mabuk ternyata posisi duduknya paling dekat dengan meja tempat gadung dihidangkan. Hahaha ….

“Duh, bapak petugasnya kok tidak menginformasikan kepada kita ya, kalau makan gadung terlalu banyak dapat menguras isi perut hihihi,” kataku pada kawan-kawanku.

Setidaknya dari peristiwa itu, aku mendapat pelajaran berharga dari alam Nusakambangan ini.

Beberapa tahun lalu, aku berkesempatan mengunjungi menara suar Cimiring saat mengikuti Lomba Lintas Alam di Pulau Nusakambangan, Cilacap. Dan, aku hanya bisa tersenyum saat kenangan itu menari-nari dalam ingatanku.

Menara Suar Cimiring

rumahmediagrup/windadamayantirengganis

4 comments

    1. Saat diolah setengah jadi dan diberi parut kelapa, persis seperti getuk hehe …
      Saya belum pernah makan gadung sebelumnya, dan sekali-kalinya makan malah mabuk, kalau dibikin kripik, gurih, Bu.

      Suka

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.